Soroti Kecelakaan Transjakarta, Legislator Golkar Andri Santosa Singgung Kondisi Fisik Sopir Selama Ramadan

AKURAT JAKARTA - Sekretaris Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Andri Santosa, menyoroti meningkatnya insiden kecelakaan yang melibatkan armada Transjakarta dalam satu bulan terakhir.
Andri menilai bahwa sejumlah faktor operasional hingga kondisi fisik pengemudi terutama selama bulan Ramadan dapat turut berkontribusi pada tingginya angka insiden.
"Satu bulan belakangan ini karena seringnya accident, jadi kelihatan menonjol sekali," ujar Andri dalam Rapat Komisi B bersama jajaran Pemprov DKI, Rabu (4/3/2026).
Ia menilai, dalam kondisi ibadah puasa Ramadan, pengemudi memiliki ritme istirahat yang berbeda.
Mereka harus bangun lebih awal untuk sahur, berangkat bekerja sebelum subuh, dan mengemudi dalam kondisi energi yang tidak optimal.
Kondisi ini, menurut Andri, berpotensi memengaruhi konsentrasi para pengemudi, terutama yang tinggal jauh dari lokasi pool.
"Kan beda ya jam operasionalnya. Harus bangun subuh, harus sahur, dan kondisi puasa membuat energi kurang optimal. Mungkin perlu perhatian khusus, seperti suplai vitamin atau dukungan kesehatan lain selama Ramadan," ucapnya.
Selain faktor kelelahan, Andri juga menyoroti belum meratanya pemasangan ADAS (Advanced Driver Assistance Systems) dan DMS (Driver Monitoring System) pada seluruh armada bus lama.
Padahal, sistem tersebut dapat membantu mendeteksi gejala kantuk atau penurunan fokus pengemudi.
Anggota Komisi B itu mendesak agar seluruh unit baru operator diwajibkan memasang teknologi keselamatan tersebut, dan bagi armada lama perlu percepatan pemasangan. "Saya harap nanti di peremajaan atau penambahan unit, itu wajib terpasang," katanya.
Andri juga meminta agar operator-operator yang mengelola armada TransJakarta menjalani evaluasi ketat.
Menurutnya, perlu ada audit kinerja menyeluruh untuk mengetahui apakah pola kerja, manajemen sopir, hingga kualitas armada berkontribusi pada insiden.
"Ini semua unit kan bukan Transjakarta yang beli, operator yang beli. Jadi operator perlu dimonitoring dan dievaluasi," tukasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Lowongan Kerja di MRT Jakarta Tahun 2026: Buka 19 Formasi Lulusan SMA/SMK hingga S1, Simak Syarat dan Cara Daftarnya
- 2Sekjen Golkar Benarkan Nusron Wahid Mengundurkan Diri, Ada Kaitan dengan Kasus Korupsi HGB yang Diusut KPK?
- 3Asian Games 2026, Menpora Erick Thohir Target 4 Emas untuk Kontingen Indonesia
- 4OMC Belum Efektif, Legislator Golkar Dadiyono Ingatkan Ancaman Kebakaran di Tengah Minim Hujan
- 5Soroti Pangan Murah Langka, Legislator Golkar Farah Savira Minta Kuota Ditambah dan Website Diperbaiki
- 6Ketua Komisi D DPRD DKI Soroti Sampah Menggunung di Kapuk Muara, Duga TPS Ilegal dari Apartemen
- 7Kembali ke Timnas Indonesia, Dean James Targetkan Juara FIFA ASEAN Cup 2026
- 8Peringati HUT ke-15 RSUD Balaraja: Bupati Tangerang Maesyal Rasyid Tekankan Komitmen Respon Cepat Pelayanan Kesehatan
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






