Rencana Obligasi Daerah Jakarta Capai Rp 5,2 Triliun, Legislator Golkar Andri Santosa Soroti Ruang Fiskal

AKURAT JAKARTA – Sekretaris Fraksi Golkar, Andri Santosa, menilai ruang fiskal menjadi bagian penting dalam pembahasan rencana penerbitan obligasi daerah Jakarta yang kini berada di kisaran Rp5,2 triliun.
Andri mengatakan, kebutuhan pembiayaan pembangunan Jakarta terus berkembang, mulai dari transportasi publik, layanan kesehatan, pendidikan, pengendalian banjir hingga berbagai kebutuhan infrastruktur lainnya.
"Karena itu, menurut saya, pembahasan obligasi daerah tidak semestinya berhenti pada persoalan berutang atau tidak berutang. Yang lebih penting adalah untuk apa pembiayaan tersebut digunakan dan sebesar apa manfaat yang akan kembali kepada masyarakat," kata Andri dalam keterangannya dikutip, Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, kemampuan fiskal daerah tetap perlu dijaga agar pembangunan dapat berjalan tanpa mengurangi kapasitas APBD dalam membiayai pelayanan masyarakat.
Andri menyebut ruang pembiayaan dapat menjadi instrumen untuk menjaga kesinambungan pembangunan Jakarta apabila digunakan untuk proyek yang jelas, produktif, terukur, dan memberikan manfaat jangka panjang.
"Jika pembiayaan digunakan untuk proyek yang jelas, produktif, terukur dan memberikan manfaat jangka panjang, maka ruang pembiayaan dapat menjadi instrumen untuk menjaga kesinambungan pembangunan Jakarta," tuturnya.
Anggota Komisi B itu menilai DPRD memiliki fungsi penting dalam mengawal penggunaan ruang fiskal tersebut.
Setiap pembiayaan yang menimbulkan kewajiban bagi daerah, kata Andri, harus tetap memperhatikan kesehatan APBD.
"Ruang fiskal perlu dibuka untuk menjawab kebutuhan pembangunan, tetapi penggunaannya harus dikawal agar setiap kewajiban yang muncul tetap sehat bagi APBD dan tidak menjadi beban bagi generasi berikutnya," ucapnya.
Andri menegaskan, pembangunan Jakarta membutuhkan pembiayaan, namun utang yang diambil harus memiliki tujuan yang produktif dan manfaat yang dapat diukur.
"Pembangunan membutuhkan pembiayaan. Tetapi setiap utang harus produktif, terukur dan memberikan manfaat nyata bagi warga Jakarta," pungkasnya.
Diketahui, rencana penerbitan obligasi daerah sebelumnya diusulkan Pemprov DKI Jakarta sebagai salah satu alternatif pembiayaan pembangunan di tengah kebutuhan pendanaan berbagai proyek strategis.
Dana yang dihimpun melalui obligasi direncanakan digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur yang produktif sehingga dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan memperkuat kapasitas fiskal daerah. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 3Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 4Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di UNL, 25 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Seret Gol
- 5Prediksi Skor Namibia vs Republik Kongo di Kualifikasi Piala Afrika, 24 September 2026: Duel Sengit di Botswana
- 6Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di UNL, 25 September 2026: Erling Haaland Berpeluang Putus Dominasi Tim Tamu
- 7Lowongan Kerja di MRT Jakarta Tahun 2026: Buka 19 Formasi Lulusan SMA/SMK hingga S1, Simak Syarat dan Cara Daftarnya
- 8Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UNL, 25 September 2026: Duel Sengit di Rajko Mitic
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








