Jakarta

Konser The Weeknd hingga Kanye West di Jakarta, Legislator Golkar Farah Savira Sebut Bisa Gerakkan Ekonomi

Laode Akbar | 29 September 2026, 21:38 WIB
Konser The Weeknd hingga Kanye West di Jakarta, Legislator Golkar Farah Savira Sebut Bisa Gerakkan Ekonomi
Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Farah Savira

AKURAT JAKARTA – Penyelenggaraan konser musik berskala internasional dinilai dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi Jakarta sekaligus memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Hal itu terlihat dari kehadiran sejumlah musisi dunia yang menggelar konser di Jakarta.

The Weeknd baru saja tampil dalam konser selama dua hari di Jakarta International Stadium (JIS), sementara Kanye West dijadwalkan menggelar konser di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Oktober 2026.

Baca Juga: Prediksi Skor Somalia vs Pantai Gading di Kualifikasi Piala Afrika 2027, 30 September 2026: Misi The Elephants Pertahankan Puncak

Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Farah Savira mengatakan, kehadiran musisi dunia turut memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi konser internasional.

Menurutnya, tingginya minat masyarakat terhadap musik lokal maupun internasional menjadi potensi ekonomi yang perlu dioptimalkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

"Tentu kami sangat bangga dan senang ya, karena Jakarta dipercaya sebagai tuan rumah atau penyelenggara dari berbagai konser musik yang ada di Indonesia maupun di internasional," ujar Farah, Selasa (29/9/2026).

Farah menilai, penyelenggaraan konser tidak hanya berdampak pada sektor hiburan, tetapi juga dapat memberikan efek ekonomi bagi berbagai sektor lain di Jakarta.

Karena itu, ia mendorong Pemprov DKI Jakarta memperkuat dukungan terhadap penyelenggaraan konser, salah satunya melalui ketersediaan venue yang memadai.

Ia mengusulkan agar Pemprov DKI menambah atau menggandeng pihak lain untuk menyediakan venue di lebih banyak lokasi Jakarta.

Menurutnya, penyebaran lokasi venue dapat membuat dampak ekonomi dari penyelenggaraan konser dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Selain itu, keberadaan venue di sejumlah wilayah juga dinilai dapat mengurangi kepadatan di kawasan yang selama ini menjadi lokasi utama penyelenggaraan acara besar, seperti Senayan, Kemayoran, dan Tanjung Priok.

"Bagaimana jika kita punya venue-venue yang lokasinya agak lebih jauh sedikit, tapi juga menjangkau warga di sebelah sana dan memiliki ruang gerak yang lebih luas," tuturnya.

Farah juga mendorong penyelenggara konser memberikan ruang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal untuk berjualan di sekitar lokasi acara.

Ia mengusulkan adanya kurasi bersama Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM), termasuk melibatkan pelaku usaha binaan Jakpreneur.

Menurut Anggota Komisi E itu, keterlibatan UMKM dapat membuat perputaran ekonomi dari konser tidak hanya dinikmati oleh penyelenggara dan industri hiburan.

Sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, dan ekonomi kreatif juga dinilai dapat diintegrasikan melalui paket promosi maupun potongan harga bagi pemegang tiket konser.

Dengan demikian, wisatawan maupun penonton dari luar Jakarta dapat terdorong untuk menghabiskan waktu lebih lama dan menggunakan berbagai layanan selama berada di Jakarta.

Selain aspek ekonomi, Farah mengingatkan pentingnya keamanan dalam setiap penyelenggaraan konser berskala besar.

Ia meminta pengamanan diperkuat untuk mencegah terjadinya tindak kriminal sehingga masyarakat dapat menikmati acara dengan aman dan kondusif.

"Tindak tegas pelaku-pelaku kriminal yang ada di konser, penjagaan ketat keamanan agar betul-betul aman dan kondusif," tandasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y