Fraksi Golkar Minta Pemprov Lindungi Kelompok Rentan dari Panas Ekstrem

AKURAT JAKARTA – Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman cuaca panas ekstrem dalam beberapa pekan ke depan.
Penanganan paparan suhu tinggi ini dinilai perlu diprioritaskan sebagai isu kesehatan publik, terutama untuk melindungi kelompok masyarakat rentan.
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta, Judhistira Hermawan, menegaskan bahwa langkah antisipasi dini sangat penting guna mencegah meluasnya dampak kesehatan pada warga.
Peringatan ini sejalan dengan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi sejumlah wilayah di Indonesia masih dilanda periode kering hingga Oktober 2026.
"Kondisi ini memerlukan kesiapsiagaan tinggi dalam menghadapi paparan panas, terutama bagi kelompok rentan," ujar Judhistira dalam keterangannya, Kamis (24/9/2026).
Anggota Komisi D DPRD DKI ini menyarankan Pemprov DKI menggunakan panduan Heat-Health Action Plans (HHAPs) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai rujukan teknis.
Panduan yang diperbarui pada Juni 2026 tersebut mencakup delapan elemen utama, mulai dari kesiapsiagaan, sistem peringatan dini, respons cepat, perlindungan kelompok rentan, hingga evaluasi penanganan dampak.
Pemetaan Populasi Berisiko Tinggi
Dukungan senada disampaikan Anggota Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta, Habib Muhammad bin Salim Alatas. Ia menekankan krusialnya pemetaan populasi yang paling berisiko terdampak cuaca ekstrem agar penyaluran bantuan dan intervensi medis tepat sasaran.
"Kelompok berisiko tinggi harus menjadi prioritas utama," tegas Habib.
Sesuai kriteria WHO, kelompok yang paling rentan terhadap paparan panas ekstrem meliputi:
Lanjut usia (lansia), Penderita penyakit kronis, Ibu hamil, bayi, dan anak-anak, Pekerja luar ruangan (outdoor workers)
Habib menambahkan bahwa sistem komunikasi risiko harus diperkuat agar informasi cuaca tidak sekadar menjadi data peringatan, tetapi diterjemahkan menjadi panduan tindakan taktis perlindungan mandiri oleh warga.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UNL, 28 September 2026: Duel Penentu Kemenangan Kedua di Yerevan
- 2Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe di UNL, 29 September 2026: Duel Ketat Minim Gol di Chisinau
- 3Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UNL, 28 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit di Tbilisi?
- 4Prediksi Skor Belgia vs Prancis di UNL, 29 September 2026: Tanpa Mbappe, Les Bleus Diuji di Brussels
- 5Prediksi Skor Turki vs Italia di UNL, 29 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Tertekan
- 6Prediksi Skor Irlandia Utara vs Hungaria di UNL, 29 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Lanjutkan Momentum Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Latvia vs Siprus di UNL, 28 September 2026: Duel Tim yang Sama-Sama Ingin Bangkit
- 8Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UNL, 28 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Ingin Bangkit
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





