Konser The Weeknd-Pestapora Putar Ekonomi Rp250 Miliar, Legislator Golkar Syafi Djohan Beri Catatan

AKURAT JAKARTA – Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Syafi Fabio Djohan, menyambut positif perputaran ekonomi dari penyelenggaraan konser internasional dan festival musik di Jakarta.
Namun, ia mengingatkan agar dampak kegiatan tersebut tidak hanya diukur dari ramainya jumlah penonton.
Hal itu disampaikan Syafi menanggapi perputaran ekonomi dari konser The Weeknd dan festival musik Pestapora yang dalam beberapa hari terakhir disebut mencapai hampir Rp250 miliar.
Baca Juga: Legislator Golkar Syafi Fabio Soroti Pembedaan Status P3K dan Pembayaran Gaji ke-13
Menurutnya, penyelenggaraan konser dan festival musik berskala internasional memang dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari sektor perhotelan, kuliner, transportasi hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Jadi, kami menyambut baik semakin banyaknya konser internasional di Jakarta. Tetapi ukurannya bukan sekadar ramai," ujar Syafi, beberapa waktu lalu.
"Ukurannya adalah apakah kegiatan tersebut mampu menciptakan lapangan usaha, menggerakkan UMKM, meningkatkan PAD, memperkuat ekonomi kreatif, sekaligus tetap memberikan kenyamanan bagi warga," lanjutnya.
Ia menilai geliat ekonomi dari konser dan festival musik perlu menjadi salah satu indikator bahwa Jakarta mampu diperhitungkan dan dikenal di dunia internasional.
Menurutnya, hal tersebut juga tidak terlepas dari kesiapan infrastruktur dan masyarakat Jakarta dalam mendukung berbagai kegiatan berskala internasional.
"Saya melihat semakin banyaknya konser dan festival musik berskala internasional di Jakarta merupakan perkembangan yang positif," ujarnya.
"Ini menunjukkan Jakarta memiliki infrastruktur, pasar, dan ekosistem ekonomi kreatif yang mampu menarik penyelenggara serta musisi kelas dunia. Dalam konteks Jakarta sebagai kota global, kegiatan seperti ini tentu ikut memperkuat daya tarik dan eksistensi Jakarta di mata masyarakat internasional," lanjutnya.
Meski demikian, Syafi mengingatkan agar penyelenggaraan event internasional tidak justru menimbulkan persoalan bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi acara.
Ia menyoroti potensi kemacetan, gangguan akses masyarakat, hingga persoalan fasilitas umum yang perlu diperhatikan oleh penyelenggara maupun Pemprov DKI Jakarta.
"Jangan sampai Jakarta mendapatkan citra positif karena konser internasional, tetapi warga di sekitar lokasi justru mengalami kemacetan, gangguan akses, atau persoalan fasilitas umum. Jadi harus ada keseimbangan antara event economy dan public service," tegasnya.
Syafi juga menilai keterlibatan masyarakat dan pelaku industri kreatif Jakarta perlu diperkuat dalam setiap penyelenggaraan event.
Menurutnya, penyelenggara dapat diarahkan untuk melibatkan UMKM lokal sehingga manfaat ekonomi dari kegiatan tersebut dapat dirasakan lebih luas.
"Misalnya, penyelenggara dapat didorong untuk melibatkan UMKM lokal dalam sektor kuliner, merchandise, transportasi, ekonomi kreatif, hingga jasa pendukung lainnya," ujarnya.
Dengan begitu, kata Anggota Komisi C itu, perputaran uang selama konser maupun festival musik tidak hanya dinikmati promotor dan pelaku usaha besar, tetapi juga mengalir kepada masyarakat Jakarta.
Di sisi lain, Syafi mengatakan Komisi C DPRD DKI Jakarta akan melihat dampak ekonomi dari kegiatan tersebut secara lebih terukur.
"Pengawasan juga perlu diperkuat. Komisi C tentu akan melihat tiga hal. Pertama, berapa nilai transaksi ekonomi yang tercipta dan berapa kontribusinya terhadap PAD," ujar Syafi.
"Kedua, seberapa besar pelibatan UMKM lokal. Ketiga, apakah seluruh kewajiban perpajakan dan retribusi yang terkait dengan kegiatan tersebut sudah dipenuhi secara transparan," tandasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe di UNL, 6 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 2Prediksi Skor Kroasia vs Spanyol di UNL, 7 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan 0-7?
- 3Prediksi Skor Inggris vs Ceko di UNL, 7 Oktober 2026: Mampukah The Three Lions Lanjutkan Tren Gemilang?
- 4Raker HAPPI Jatim 2026, Prof Zainul Hidayah Terpilih Jadi Ketua
- 5Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Tapi Mengapa Ranking FIFA Indonesia Tidak Naik? Ini Penjelasannya!
- 6Hadiri Festival Indonesia 2026 di Korea Selatan, Wagub Rano Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta - Seoul
- 7RDF Rorotan Belum Maksimal, Legislator Golkar Dimaz Raditya Soroti Efektivitas Anggaran Rp170 Miliar
- 8Putusan MK Terkait Ijazah Gibran, Direktur IPO Sebut DPR Punya Celah Makzulkan Wapres
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







