Jakarta

Hampir 1.000 Armada Sampah Jakarta Dibeli pada 2015–2016, Legislator Golkar Judistira Dorong Peremajaan

Laode Akbar | 13 Oktober 2026, 20:12 WIB
Hampir 1.000 Armada Sampah Jakarta Dibeli pada 2015–2016, Legislator Golkar Judistira Dorong Peremajaan
Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta sekaligus Ketua Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan

AKURAT JAKARTA – Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta sekaligus Ketua Pansus Pengelolaan Sampah, Judistira Hermawan, menyoroti usia armada pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta.

Dari sekitar 1.600 unit armada yang dimiliki, hampir 1.000 unit di antaranya berasal dari pengadaan pada 2015 dan 2016.

Judistira mengatakan, berdasarkan data yang diperolehnya, sekitar 796 armada dibeli pada 2015. Sementara itu, sekitar 190 unit lainnya berasal dari pengadaan pada 2016.

Baca Juga: Pansus Sampah Soroti 1.700 Armada DLH DKI, Legislator Golkar Judistira: Ada yang Perlu Dihapus

Menurutnya, usia kendaraan tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam upaya meningkatkan efektivitas pengangkutan sampah di Jakarta.

"Kalau pembelian 2015 itu ada kurang lebih 796. Yang 2016 itu ada sekitar 190 sekian. Jadi hampir 796 tambah 190-an kira-kira sudah hampir 1.000," ujar Judistira kepada wartawan, Selasa (13/10/2026).

Ia menilai, kendaraan operasional, terutama kendaraan berukuran besar, membutuhkan kebijakan peremajaan yang terencana.

Sebab, kendaraan yang telah digunakan selama bertahun-tahun berpotensi menimbulkan persoalan dalam operasional pengangkutan sampah.

Judistira mencontohkan, kondisi armada pengangkut sampah yang sudah berusia lama kerap menjadi sorotan masyarakat ketika foto atau videonya beredar di media sosial.

"Enggak heran kalau kemudian masyarakat suka meng-capture, kemudian meng-upload ke media sosial, 'Masa Jakarta punya truk sampah kayak gini sih?'" katanya.

Karena itu, ia mendorong agar armada yang berasal dari pengadaan 2015 mulai diremajakan.

Namun, pelaksanaannya perlu dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Kita mengambil kebijakan pokoknya yang sudah tahun 2015 itu dilakukan peremajaan. Peremajaannya tentu bertahap mengingat kemampuan fiskal kita," tuturnya.

Selain peremajaan, Judistira menilai skema sewa kendaraan dapat menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan operasional DLH.

Menurutnya, skema tersebut perlu dipertimbangkan sebagai bagian dari upaya memperbaiki pengelolaan armada dalam jangka panjang.

Ia juga menyoroti peluang penggunaan truk sampah berbasis listrik. Menurut Judistira, penggunaan kendaraan listrik dapat menjadi salah satu upaya untuk menekan biaya bahan bakar sekaligus menjaga kualitas lingkungan di Jakarta.

"Nah, ini kayaknya yang lebih baik itu adalah dengan sistem sewa," ujar Judistira.

"Dengan sekian ratus kendaraan, saya kira patut untuk kita mulai memikirkan ke depan itu truk-truk sampah itu berbasis listrik ya," sambungnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y