Jakarta

Jadi Magnet Turis Dunia, Gubernur Pramono Ungkap Dampak Konser Kanye West hingga BTS Bagi Ekonomi Makro Jakarta

M Rahman Akurat | 25 Oktober 2026, 16:16 WIB
Jadi Magnet Turis Dunia, Gubernur Pramono Ungkap Dampak Konser Kanye West hingga BTS Bagi Ekonomi Makro Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam konferensi pers. (Dok. Pemprov DKI)

AKURAT JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan rasa bangganya atas transformasi Jakarta yang kini sukses menjadi destinasi utama bagi para musisi internasional.

Kehadiran bintang-bintang dunia ini terbukti ampuh mendatangkan puluhan ribu turis asing dan menjaga stabilitas ekonomi makro Jakarta di tengah tekanan global.

Salah satu bukti kesuksesan tersebut terlihat pada konser Kanye West bertajuk 'Ye Live in Jakarta 2026' yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada Sabtu (24/10).

Konser tersebut viral karena berhasil menyedot sekitar 60.000 penonton, di mana setengahnya merupakan warga negara asing.

"Tadi malam ada konser Ye. Yang hadir kurang lebih 60.000, 30.000 orang asing semua. Dulu nggak pernah terjadi seperti itu," ujar Pramono saat meresmikan Gereja Masehi Advent di Jakarta Timur, Minggu (25/10/2026).

Baca Juga: Prediksi Skor Auxerre vs Le Mans di Ligue 1, 25 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Lanjutkan Tren Positif?

Magnet Baru Wisatawan Mancanegara

Selain konser Kanye West, Jakarta juga baru saja sukses menggelar ajang lari internasional Jakarta Running Festival (JRF) 2026.

Ajang olahraga dengan gold label ini diikuti oleh 37.000 peserta dari 48 negara, dengan lebih dari 1.000 di antaranya merupakan pelari dari luar negeri.

Pramono juga menyinggung kesuksesan konser The Weeknd di Jakarta International Stadium (JIS) beberapa pekan lalu yang sukses digelar selama dua hari berturut-turut dengan kapasitas 60.000 penonton per hari.

Menurutnya, daya tarik ini tercipta berkat reformasi birokrasi dan kemudahan perizinan yang diterapkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta.

"Kenapa Jakarta sekarang bisa? Karena kita membuat transparan, orang enjoy, orang senang, orang gembira. Dulu untuk main satu hari pun nggak bisa. Sekarang menjadi bisa karena orang merasa Jakarta sudah sangat terbuka," jelasnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.