Atasi Polusi Udara Jakarta, Fraksi Golkar: Kaji WFH dan Maksimalkan Transjakarta

AKURAT.CO - Aggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan mengatakan diperlukan beberapa solusi untuk mengatasi polusi udara yang terus meningkat, sehingga kualitas udara di Jakarta terus memburuk.
"Jadi saya kira perlu ada solusi jangka pendek, usul saya perlu penambahan ruas atau trayek Transjakarta yang mendekat ke daerah penyangga. Kemudian ada usulan work from home (WFH) ya coba dikaji," kata Judistira daat dihubungi, Rabu (16/08).
Dikatakan Judistira, untuk warga dari daerah penyangga khususnya Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek), disarankan untuk menggunakan trasnportasi publik.
Baca Juga: Waspada, Ini Daftar Penyakit yang Dapat Menyerang Akibat Polusi Udara
Dalam hal ini, kata Judistira, perlu sosialisasi agar masyarakat mau beralih menggunakan transportasi publik dan pemerintah menyediakan kendaraan veeder untuk mendukung.
"Kemudian khusus dari Bodebek, ini sebentar lagi LRT beroperasi. Saya kira ini juga bisa menurunkan polusi, hanya perlu kita pastikan masyarakat mau menggunakan, sehingga perlu disosialisasikan. Termasuk memastikan kendaraan veeder bagi masyarakat juga dipermudah ke stasiun stasiun LRT," terangnya.
Anggota Komisi D itu menilai, permasalahan polusi udara dan kualitas udara merupakan masalah cukup lama. Namun karena musim kemarau, kondisi menjadi semakin buruk.
Baca Juga: Dokter: Bukan Masker, Paling Penting Kendalikan Sumber Polusi Udara Jakarta
"Jadi terkait kualitas udara Jakarta hari hari ini, saya kira ini sudah terjadi cukup lama, dan saat ini akibat musim kemarau ini semakin memburuk," ujarnya.
Lebih lanjut, Judistira menerangkan hampir 20 juta kendaraan bermotor masuk ke Jakarta setiap harinya.
Sambungnya, kendaraan itu tidak hanya berasal dari warga Jakarta, tapi juga dari masyarakat yang tinggal di daerah peyangga atau daerah sekitar ibu kota.
Baca Juga: Atur Kendaraan Pribadi Atasi Polusi Udara, Pengamat: Perbanyak Kantong Parkir Gratis
Maka dari itu, Judistira menyebut dalam mengatasi polusi udara perlu kerja sama, tidak hanya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sendiri.
"Kita tau hampir setiap hari ada kurang lebih 4 juta mobil yang beroperasi di Jakarta. Kemudian ada 16 juta kendaraan roda dua juga beroperasi di Jakarta. Ini yang saat ini kita hadapi karena memang kebutuhan masyarakat untuk bekerja mencari kehidupan di Jakarta," ungkap Judistira.
"Jadi dari warga Jakarta kemudian dari daerah-daerah penyangga, ya saudara-saudara kita dari Depok, Bekasi, Tangerang dan sebagainya. Sehingga perlu dicari solusi bersama sama, bukan hanya DKI, tapi bersama dengan Pemerintah Daerah sekitar," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






