Dampak Polusi Udara, Ketua DPRD Pastikan ASN Pemprov DKI Akan WFH Selama Tiga Bulan

AKURAT.CO - Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi, memastikan bahwa pihaknya akan menerapkan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
WFH tersebut akan dilaksanakan selama tiga bulan, mulai dari Agustus sampai Oktober 2023.
"Kami lakukan 50% untuk ASN Pemprov DKI. Jadi setelah saya bicara dengan Pak Gbernur dari tanggal 21 Agustus sampai 21 Oktober itu ada WFH 50%," kata Pras seusai menerima audiensi dari Koalisi Ibu Kota, Rabu (16/08).
Selain pemberlakuan WFH 50 persen, kata Pras, pihaknya juga menerapkan WFH 75 persen pada saat acara KTT ASEAN di Jakarta.
Baca Juga: Ketua DPRD DKI Keluhkan Dampak Polusi Udara: Cucu Saya Sampai Masuk Rumah Sakit!
"Nah imbauan WFH 75% untuk seluruh instansi itu baik pemerintah maupun swasta antara tanggal 5 sampai tanggal 7 September, karena itu ada acara KTT ASEAN, itu totally libur Jakarta," terangnya.
Pras menuturkan kebijakan ini salah satu sikap dari legislatif di saat eksekutif tidak mampu menentukan sikap atau langkah. Hal ini mengingat polusi udara di ibu kota yang terus meningkat dan semakin buruk.
"Kami sebagai DPRD akan bicara dengan Pak Gubernur untuk mengambil langkah dan sikap. Kalau memang mereka tidak mau mengambil langkah dan sikap, kami yang mengambil sikap. Saya akan me-WFH kan temen-temen karyawan, itu salah satu sikap kita," terang Pras.
Baca Juga: Koalisi Ibukota Minta DPRD DKI Ingatkan Heru Budi Tak Remehkan Persoalan Polusi Udara
Terkait pengawasan WFH sendiri, Pras mengungkapkan itu diatur oleh eksekutif. Sembari berjalan WFH, Pras pun mengimbau ASN di lingkungan Pemprov DKI beralih ke transportasi umum.
"Ya tinggal diatur eksekutif. Saya ngatur tergantung DPRD-nya saja, supaya semua juga harus minimal mengurangi memakai mobil, naik transportasi umum disiapkan. Kan transportasi umum di Jakarta sudah lumayan dengan situasi yang sekarang ada kita anggarkan," papar Pras.
Selain itu, Pras juga mengimbau pabrik-pabrik yang ada di daerah penyangga atau di sekitar ibu kota, untuk ikut serta dalam mengatas persoalan polusi udara ini.
"Mudah-mudahan secepatnya kalau ini semua pabrik atau penyangga Jakarta, punya pabrik yang baik dan dia kerja yang baik dan bisa mengatur dengan baik, saya rasa ini akan berkurang jauh," tuturnya.
Baca Juga: Tips Jaga Kesehatan di Tengah Polusi Udara Jakarta yang Memburuk
"Karena bukan apa-apa, dampaknya akhirnya lari ke Jakarta sebagai kota kayak di bawah gini asepnya kemana-mana. Itu juga harus bener-bener care dengan situasi dan kondisi sekarang ada," pungkas Pras. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


