Tanggapi Usulan ASN Harus Beli Kendaraan Listrik, DPRD: Kebijakan yang Aneh!

AKURAT.CO - Himbauan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, ASN di lingkungan Pemprov DKI membeli kendaraan listrik untuk menekan polusi udara dinilai sebagai kebijakan yang aneh.
"Saya kira itu kebijakan yang aneh," kata Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin, Sabtu (26/08).
Menurutnya, kebijakan ini pun dapat menambah kompleks permasalahan yang ada di ibu kota, yakni kemacetan.
Baca Juga: KPU Ajak ASN Pemprov DKI Bersikap Netral di Pemilu 2024
Pasalnya, tak terkendalinya jumlah kendaraan di ibu kota, membuat permasalahan kemacetan tak kunjung usai.
"Salah satu permasalahan di DKI Jakarta itu kemacetan yang disebabkan oleh tak terkendalinya jumlah kendaraan," ujar Suhud.
"Mengatasi masalah polusi di Jakarta dengan menambah jumlah kendaraan, sama saja menyelesaikan satu masalah namun menambah masalah yang sudah ada. Menambah kemacetan yang sudah berat di Jakarta," sambungnya.
Baca Juga: 9 Bubur Ayam Enak di Jakarta yang Wajib Anda Coba
Politisi PKS itu mengungkapkan, jika kebijakan ini kemudian diterapkan, maka akan menambah kepadatan kendaraan di jalan.
Apalagi mengingat jumlah ASN di lingkungan Pemprov DKI tidaklah sedikit, bahkan mencapai puluhan ribu orang.
"Jumlah ASN di DKI Jakarta 51.714. Ditambah dengan pegawai PPPK 6.395. Bayangkan jika sebagian dari mereka nyicil mobil atau mobil listrik baru. Akan menambah jumlah kendaraan yang memenuhi jalan di Jakarta," tutup Suhud.
Baca Juga: Persija Kalah 0-2 dari Dewa United, Kini Posisi Kesepuluh dengan 13 Poin
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta berencana mewajibkan ASN minimal eselon 4 di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menggunakan kendaraan listrik.
Hal ini sebagai salah satu upaya untuk mengurangi polusi udara yang terus meningkat di ibu kota.
Heru Budi menegaskan bahwa rencana itu hanya bersifat himbauan, tidak diwajibkan.
Baca Juga: 2 Kali Sehari Jalanan Jakarta Disemprot Air, Harapannya Polusi Udara Minggat
"Dihimbau (beli kendaraan listrik)," singkat Heru, Kamis (24/08).
Dikatakan Heru, mengingat adanya uang transport untuk ASN, seharusnya mereka mampu membeli kendaraan listrik, setidaknya dengan dicicil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Nottingham Forest vs Coventry City di Premier League, 19 September 2026: Mampukah The Sky Blues Hentikan Tren Buruk?
- 2Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Premier League, 19 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah di Hill Dickinson
- 3Prediksi Skor Newcastle United vs Hull City di Premier League, 19 September 2026: Misi The Magpies Bangkit dari Kekalahan Telak
- 4Prediksi Skor Stuttgart vs Borussia Dortmund di Bundesliga, 19 September 2026: Bisakah Die Roten Hentikan Laju BVB?
- 5Prediksi Skor Celta Vigo vs Racing Santander di La Liga, 19 September 2026: Mampukah Los Celestes Raih Kemenangan Perdana?
- 6Prediksi Skor Venezia vs Lazio di Serie A, 20 September 2026: Mampukah Biancocelesti Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Deportivo Alaves di La Liga, 19 September 2026: Mampukah Los Leones Balas Kekalahan Musim Lalu?
- 8Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Ligue 1, 20 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Belum Terkalahkan
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



