Jakarta

Tegas Boikot Produk Coca-Cola dan Nestle, Parlemen Turki: Dukung Kepekaan Publik

Ainun Kusumaningrum | 8 November 2023, 12:42 WIB
Tegas Boikot Produk Coca-Cola dan Nestle, Parlemen Turki: Dukung Kepekaan Publik

AKURAT JAKARTA - Tegas boikot produk Coca-Cola dan Nestle oleh Parlemen Turki karena mereka sudah mendukung Zionis Israel.

Produk Coca-Cola dan Nestle ditarik dari restoran-restoran di negara tersebut. Produk-produk dari perusahaan yang mendukung Israel tidak akan dijual di restoran-restoran.

Juga, kafetaria dan kedai-kedai teh di dalam kampus parlemen.

Baca Juga: Israel Tak Bisa Bunuh Mohammed Deif Tokoh Hamas yang Dijuluki Manusia 9 Nyawa dan Pembawa Maut

Ketua Parlemen Turki, Numan Kurtulmus, membuat keputusan tersebut untuk mendukung kepekaan publik terkait pemboikotan produk-produk perusahaan yang secara terbuka menyatakan dukungan ke Israel.

Yakni terhadap kejahatan perang Israel dan pembunuhan terhadap orang-orang tak berdosa di Gaza.

Sebuah sumber di parlemen mengatakan minuman Coca-Cola dan kopi instan Nestle adalah satu-satunya merek yang dihilangkan dari menu.

Baca Juga: Starbucks Terkana Boikot Pro Israel, Ini 6 Kopi Lokal Pengganti Bisa Bikin di Rumah

Juga menambahkan keputusan tersebut dimaksudkan untuk menanggapi protes besar publik terhadap perusahaan-perusahaan yang mendukung Israel.

Baik pernyataan parlemen maupun sumber tersebut tidak menjelaskan bagaimana Coca-Cola dan Nestle mendukung perang Israel.

Bulan lalu Nestle mengatakan bahwa mereka menutup sementara salah satu pabrik produksinya di Israel sebagai tindakan pencegahan.

Baca Juga: Galau Boikot Produk Pro Israel? Nih Rahasia Resep Ayam KFC, Gampang Bikin di Rumah

Ia menjadi perusahaan raksasa produk konsumen pertama yang mengumumkan tanggapannya terhadap perang tersebut.

Para aktivis Turki dalam beberapa hari terakhir di postingan media sosial menyebut kedua perusahaan tersebut dan menyerukan pemboikotan produk Israel.

Bahkan ratusan ribu warga Turki turun ke jalan untuk memprotes operasi Israel ke Gaza selama sebulan terakhir.

Langkah parlemen Turki ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh pemerintah atau organisasi besar yang menargetkan merek-merek besar dunia terkait perang. 

Selama sebulan terakhir, Presiden Turki, Tayyip Erdogan dan pemerintahannya telah mengkritik tajam serangan Israel ke Gaza dan dukungan Barat untuk Yerusalem.

Di tempat lain, serikat pekerja bongkar muat di pelabuhan Barcelona menolak untuk melakukan bongkar muat material militer di tengah-tengah perang di Gaza.

Sementara serikat pekerja transportasi di Belgia juga menolak untuk menangani peralatan militer yang dikirim ke Israel.

Israel telah membombardir Gaza sejak serangan Hamas ke Israel selatan sebulan yang lalu.

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa serangan Israel telah menewaskan lebih dari 10.000 warga Palestina, termasuk sekitar 4.100 anak-anak.

 

 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.