Bang Zaki Beberkan Potensi Kepulauan Seribu di Sektor Blue Carbon dan Pariwisata, Jadikan Kawasan Ekonomi Baru

AKURAT JAKARTA - Ketua Golkar DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar atau Bang Zaki menegaskan, Kepulauan Seribu yang terletak di Utara Jakarta menjadi salah satu kawasan yang memiliki potensi besar yang harus dioptimalkan.
Jika dimanfaatkan dengan baik, kata dia, potensi tersebut tentu akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Salah satunya adalah pariwisata. Dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 1992 tentang Penataan dan Pengelolaan Kepulauan Seribu Kotamadya Jakarta Utara yang dicabut, ini akan menjadikan pembangunan di daerah tersebut lebih fleksibel.
Dengan 110 pulau yang dihuni oleh lebih dari 28.000 jiwa, Kepulauan Seribu bukan hanya destinasi liburan biasa. Ini menjadi potensi besar apabila pariwisata di daerah tersebut dikelola dengan baik oleh pemerintah daerah.
“Selain pariwisata, ada potensi carbon trade atau perdagangan karbon. Salah satu yang paling besar adalah dari blue carbon, melalui ekosistem pesisir dan laut, seperti mangrove. Ini harus diatur dengan baik dan benar, sehingga membawa kemaslahatan bagi Masyarakat di kawasan Kepulauan Seribu,” tambah Ahmed Zaki Iskandar, yang akrab dipanggil Bang Zaki.
"Ada lebih dari 200 pulau yang masih perawan, setiap sudut menyimpan keunikan dan keindahan yang tak tergantikan. Ini jadi potensi, harus mulai dengan pembangunan infrastruktur, sekarang masih banyak kapal-kapal yang tidak memadai untuk bawa penumpang. Ini perlu difasilitasi," ungkap Bang Zaki yang juga DPD Golkar DKI Jakarta.
Mantan bupati Tangerang (2013-2023) ini, kini digadang jadi Gubernur DKI dari Golkar ini.Bang Zaki juga pernah menjabat sebagai wakil Presiden PEMSEA (sebuah organisasi antarpemerintah di Asia Timur yang bertujuan untuk mendorong dan mempertahankan kondisi lautan, pantai, komunitas, dan ekonomi) memberikan contoh pengembangan kawasan di daerah pesisir di Kabupaten Tangerang.
Salah satunya di Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, yang menjadi lokasi percontohan sekaligus ajang pertemuan Partnerships in Environmental Management for the Seas of East Asia (PEMSEA).
Desa nelayan yang awalnya kumuh dan terisolir telah disulap menjadi kawasan pariwisata yang banyak dikunjungi masyarakat. Menuju hal itu, tentu banyak hal yang dilakukan, seperti bedah rumah, membangun sarana dan prasarana penunjang, pembangunan fasilitas sanitasi yang layak hingga pelatihan UMKM.
Baca Juga: Mylinz Merapat! Bakal Ada Konser Gratis Mahalini di Bekasi, Nih Lokasi dan Jadwalnya
Potensi ini benar-benar dimanfaatkan, hingga sepanjang semester 1 2023, Desa Ketapang mencatatkan pendapatan ekonomi mencapai Rp 1,47 miliar.
Hal yang sama bisa diterapkan untuk Kepulauan Seribu, untuk mengembangkan potensi ekonomi, sosial dan kemasyarakatan di sana. Bahkan, Kepulauan Seribu ini bisa menjadi tambahan opsi peningkatan pendapatan asli daerah.
"Memang harus dimulai dari dasarnya dulu untuk menjadikan Kepulauan Seribu jadi destinasi wisata yang nyaman bagi pengunjung. Saya yakin banyak orang yang jatuh cinta sama pulau-pulau disana, tapi yang jadi hambatan itu fasilitas dasar yang masih kurang layak," tuturnya.
Perdagangan karbon ini merupakan kegiatan jual beli kredit karbon, di mana pembeli adalah industri yang menghasilkan emisi karbon melebihi batas. Penjualnya adalah daerah yang memiliki lahan untuk menyerap karbon, contohnya Tangerang.
Bang Zaki mengatakan bahwa Tangerang memiliki potensi mangrove seluas 219 hektar dengan penyerapan karbon 950 ton/hektar, artinya karbon yang diserap sekitar 208.050 ton.
Jika setiap ton dikenakan biaya USD 50, maka valuasinya adalah USD 10,4 juta atau Rp 161,2 miliar (kurs Rp 15.500).
"Dengan luas perairan sekitar 6.997,5 kilometer persegi, Kepulauan Seribu bisa menjual kredit karbon ke daratan Jakarta atau kawasan lain. Ini dapat meningkatkan pendapatan daerah sekaligus pembangunan di Kepulauan Seribu," terangnya.
Bang Zaki mendorong pelaksanaan penggarapan potensi itu dapat segera terealisasi.
"Jangan hanya rencana-rencana saja yang digaungkan, Perpres 61/2011 dan 91/2021 sudah ada, kita harus mulai aksi untuk bisa menjadikan Kepulauan Seribu menjadi kawasan potensi ekonomi baru," pungkasnya.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



