Jakarta

Menurut Studi, Menulis dengan Tangan dapat Meningkatkan Konektivitas Otak

Muchammad Awan Wicaksono | 29 Januari 2024, 11:10 WIB
Menurut Studi, Menulis dengan Tangan dapat Meningkatkan Konektivitas Otak

AKURAT JAKARTA - Menulis dengan tangan ternyata memiliki beberapa manfaat yang bagus bagi otak.

Tak sedikit orang yang menganggap menulis tangan merupakan kegiatan yang membosankan.

Bahkan tak sedikit orang yang menilai menulis merupakan hobi yang sia-sia.

Dilansir dari antaranews.com, dalam penelitian Jurnal Frontiers in Psychology menemukan jika menulis tangan bisa meningkatkan konektivitas otak.

Baca Juga: Tips Membeli Kaos Vintage yang Berkualitas, Jangan Sampai Tertipu!

Pola konektivitas otak akan jauh lebih rumit dibandingkan dengan mengetik di keyboard.

Konektivitas otak yang luas itu sangat penting untuk pembentukan memori dan untuk mengkode informasi baru.

"Kami menunjukkan bahwa ketika menulis dengan tangan, pola konektivitas otak jauh lebih rumit dibandingkan ketika mengetik di keyboard. Konektivitas otak yang luas seperti itu diketahui sangat penting untuk pembentukan memori dan untuk mengkodekan informasi baru dan, oleh karena itu, bermanfaat untuk pembelajaran,” kata Profesor Audrey van der Meer.

Penelitian ini dilakukan kepada 36 mahasiswa yang berulang kali diminta menulis atau mengetikkan kata yang muncul di layar.

Baca Juga: Tips Hilangkan Bosan di Tempat Kerja Setelah Liburan

Di tahap menulis, mereka diberikan pena digital yang memungkinkan menulis langsung di layar sentuh.

Ketika mengetik peserta diminta menggunakan satu jari untuk menekan tombol pada keyboard.

Peneliti mencatat konektivitas wilayah otak yang beda meningkat ketika menulis dengan tangan, namun tidak jika di keyboard.

Dari sinilah peneliti mendesak anak-anak sejak usia dini harus terpapar tulisan tangan ketika di sekolah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.