Jakarta

Rayakan Lebaran Idulfitri Kurang Lengkap Tanpa Ziarah Kubur, Perhatikan Adab saat Memasuki Area Makam

Fikri Hidayatulloh | 9 April 2024, 12:31 WIB
Rayakan Lebaran Idulfitri Kurang Lengkap Tanpa Ziarah Kubur, Perhatikan Adab saat Memasuki Area Makam

AKURAT JAKARTA - Umat islam Indonesia segera merayakan Lebaran Idulfitri 2024.

Meski Pemerintah baru akan menggelar sidang isbat pada hari ini untuk menentukan Hari Raya Idulfitri, organisasi keagamaan islam tertua di Indonesia, Muhammadiyah, sudah lebih dulu memutuskan bahwa Lebaran akan jatuh pada esok hari, Rabu, 10 April 2024.

Bagi umat islam Indonesia, Lebaran Idulfitri merupakan momen spesial menjalin kembali tali silaturrahmi untuk keluarga, teman, dan tetangga.

Baca Juga: WOW! Bang Zaki Prediksi Perputaran Uang Selama Mudik Lebaran 2024 Capai Rp 384 Triliun, Begini Penjelasannya

Merayakan Lebaran Idulfitri bagi umat muslim Indonesia akan terasa kurang lengkap tanpa berziarah kubur.

Dikutip dari buku Panduan Ziarah Kubur yang ditulis Sutejo Ibnu Pakar bahwa Kata ziarah menurut bahasa berarti menengok. Jadi ziarah kubur artinya menengok kubur.

Menurut syariat Islam, ziarah kubur bukan hanya menengok kubur, melainkan mendoakan dan mengirimkan pahala kepada ahli kubur atas bacaan ayat-ayat Al-Quran dan kalimat-kalimat thayyibah, seperti tahlil, tahmid, tasbih, shalawat dan lain-lain.

Baca Juga: Tips Efektif dan Ampuh Mencegah Asam Urat Kambuh Saat Momen Lebaran

Ziarah kubur hukumnya memang sebagai sunah. Namun, pada satu hari sebelum Lebaran Idulfitri, biasanya makam-makam akan ramai dikunjungi para peziarah.

Meski tidak ada aturan baku, berziarah kubur tetap harus menjaga adab dan semestinya memanjatkan doa-doa kepada Tuhan.

Pertama, ketika memasuki areal kuburan mengucapkan salam.

Baca Juga: Mengenal Sejarah Idul Fitri, Hari Raya yang Paling Dinantikan Umat Islam di Seluruh Dunia

Kedua, membaca:

1. Surat Al-Qadar (7 kali),

2. Surat Al-Fatihah (3 kali),

3. Surat Al-Falaq (3 kali),

4. Surat An-Nas (3 kali),

5. Surat Al-Ikhlash (3 kali),

6. Ayat Kursi (3 kali).

Baca Juga: Profil Ahmed Zaki Iskandar atau Bang Zaki, Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta dari Partai Golkar, Putra Betawi Asli Kelahiran Tangerang

Ketiga, membaca doa berikut ini (3 kali):

اَللَّهُمَّ اِنِّيْ أَسْئَلُكَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ وَأَلِ مُحَمَّدٍ اَنْ لَاتُعَذِّبَ هَذَا اْلمَيِّتَ


Keempat, meletakkan tangan di kuburannya sambil membaca doa berikut:

اللهُمَّ اِرحَم غُربَتَهُ وصِل وَحدَتَهُ وآنِس وَحشَتَهُ، وأسكِن إلَيهِ مِن رَحمَتِكَ ما يَستَغني بِها عَن رَحمَةِ مَن سِواكَ، وألحِقهُ بِمَن كانَ يَتَوَلاهُ


Membaca do’a maksudnya bukan minta kepada kuburan, tetapi memohon kepada Allah untuk dirinya dan orang yang diziarahi.

Baca Juga: Pemprov DKI Pastikan Jakarta Aman Selama Libur Lebaran 2024, Petugas Gabungan Gelar Patroli Rutin, Pemudik Diminta Tetap Jaga Keselamatan

Ziarah kubur memiliki dua tujuan, yaitu:

1. Penziarah mengambil manfaat dengan mengingat mati dan orang yang mati.


2. Si mayit mendapat kebaikan dengan perbuatan baik dan salam untuknya serta mendapat doa permohonan ampunan.

Baca Juga: Jadwal Badminton Asia Championship 2024 di China pada Tanggal 9-14 April Legkap dengan Daftar Pemain Indonesia, Jagoanmu Main Kapan? Cek di Sini

Syaikh Muhammad Jamaludin bin Muhammad al- Qosimi dalam kitab Mau’idhoh al-Mu’minin menyebutkan tiga hikmah di balik anjuran untuk melakukan ziarah kubur:

1. Berdo’a untuk arwah orang yang diziarahi dan kaum muslimin agar mendapatkan ampunan dan selamat dari siksa kubur.

2. Sebagai wahana instropeksi dan muhasabah.

Baca Juga: SIMAK! Berikut 50 Lokasi Bengkel Siaga Mitsubishi di Jawa, Sumatera, Bali, Sulawesi hingga Kalimantan, Lengkap dengan Alamat dan Nomor Telephon

3. Hati menjadi lembut karena ziarah kubur dapat mengingatkan pada kematian dan kehidupan akhirat.

Adab ziarah kubur yang harus diperhatikan:

1. Berwudhu lebih dulu sebelum menuju makam untuk berziarah.

Baca Juga: Pemudik Wajib Tahu! Simak Tips Mengatasi Ngantuk Ketika Berkendara Jauh

2. Memberi salam serta mendo’akan ahli kubur.

3. Dalam berziarah hendaknya dilakukan dengan penuh hormat, khidmat dan khusu ’(tenang).

4. Mengambil Pelajaran dari ziarah tersebut.

Tuntutan dari hikmah ziarah kubur, yaitu untuk mengingatkan peziarah akan kematian yang akan menjemput dan mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat yang akan dijalani sertabe rlaku zuhud di dunia.

Baca Juga: Jokowi: Manajemen Arus Mudik Cukup Baik dan Terkendali, Laka Lantas Jauh Lebih Menurun

5. Hendaknya tidak duduk di nisan kubur dan melewati di atasnya karena itu merupakan perbuatan idza’ (menyakitkan) terhadap mayit.

6. Menjauhi Perkataan-perkataan Batil seperti meratap atau menangis dengan Meraung-raung. Tetapi boleh bagi peziarah untuk menangis jika teringat akan kebaikan mayit.

7. Berpakaian muslim/muslimah yang longgar, tidak ketat, tidak transparan dan yang bisa menutup aurat.

8. Tidak boleh mencela kepada ahli kubur.

Semoga bermanfaat. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.