Jakarta

Banjir Masih Kepung Beberapa Wilayah di Jakarta, Akibat Luapan Kali Ciliwung

aditia | 26 Mei 2024, 10:10 WIB
Banjir Masih Kepung Beberapa Wilayah di Jakarta, Akibat Luapan Kali Ciliwung

AKURAT JAKARTA - Sejumlah wilayah di Jakarta masih terendam banjir akibat hujan yang mengguyur dan luapan sungai Ciliwung.

Hujan deras pada Sabtu (25/5/204) pagi masih menjadi salah satu penyebab genangan banjir di beberapa titik di Jakarta.

Selain itu, luapan sungai Ciliwung juga jadi faktor lain yang menyebabkan banjir merendam sejumlah titik di Jakarta.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.

Baca Juga: Luapan Kali Ciliwung dan Banjir Rob Rendam 47 RT di Jakarta, Ketinggian Air 2 Meter Lebih

Aliran sungai Ciliwung yang meluap dan melintasi pemukiman warga jadi penyebab banjir yang merendam Jakarta.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan ada kenaikan genangan dari 31 RT menjadi 38 RT.

"BPBD mencatat genangan yang terjadi mengalami kenaikan dari 31 RT menjadi 38 RT yang ada di wilayah DKI Jakarta," kata Isnawa.

Terkait bencana ini BPBD DKI Jakarta sudah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mencari solusi dan mengamankan warga.

Baca Juga: Banjir 100 Meter, Debit Air Sungai Mahakam Rendam Kawasan di Kutai Barat, Beberapa Hari Terakhir Masih Tidak Stabil


BPBD DKI Jakarta berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat.

Salah satu titik bencana banjir yang merendam pemukiman warga adalah RW 7, Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan.

Air mulai menggenangi wilayah RW 7 Rawajati tersebut mulai pukul 03.30 WIB dan merendam total 6 RT.

Banjir juga merendam pemukiman di Kebon Pala RT 13/RW 04, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Selatan.

Genangan mulai merendam wilayah Kampung Melayu pukul 05.00 WIB dan langsung setinggi 2 meter.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.