Jakarta

Lagi Hits di Coffee Shop, Apa Itu Mont Blanc dan Dirty Latte?

Zainal Abidin | 20 Januari 2026, 07:15 WIB
Lagi Hits di Coffee Shop, Apa Itu Mont Blanc dan Dirty Latte?

AKURAT JAKARTA - Budaya ngopi di Indonesia terus berkembang, tidak lagi sekadar soal kafein, tetapi juga pengalaman rasa dan tampilan yang unik.

Dua menu kopi yang belakangan ini viral dan ramai dihadirkan hampir di semua coffee shop adalah Mont Blanc dan Dirty Latte.

Mont Blanc merupakan minuman kopi dingin yang pertama kali populer di Melbourne, Australia, sekitar tahun 2022. 

Baca Juga: Lebih Hemat dan Praktis Dibandingkan Delivery Order, Ini 5 Menu Makan Malam Kilat yang Bisa Jadi Andalan

Menu ini terinspirasi dari dessert klasik Prancis bernama Mont Blanc, namun dikembangkan menjadi minuman kopi modern.

Mont Blanc coffee biasanya menggunakan dasar cold brew atau filter coffee yang disajikan dingin dengan lapisan krim lembut.

Di bagian atasnya ditambahkan parutan kulit jeruk, pala, atau cokelat tipis untuk memperkaya aroma dan rasa.

Baca Juga: Sering Alot? 5 Teknik Membuat Cumi Bakar Ini Bikin Kamu Kaget dengan Hasilnya

Sensasi utama Mont Blanc terletak pada pertemuan kopi hitam yang segar dengan krim ringan yang tidak terlalu manis.

Minuman ini disukai karena rasanya seimbang, tampilannya estetik, dan cocok dinikmati di cuaca tropis seperti Indonesia.

Dari Australia, Mont Blanc kemudian menyebar ke Asia melalui tren coffee shop di Jepang dan Korea Selatan.

Baca Juga: Wisata Kopi Nusantara: Indonesia Jadi Negara Dengan Coffee Shop Terbanyak di Dunia

Di Indonesia, menu ini cepat populer karena tampilannya fotogenik dan rasanya yang mendekati dessert namun tetap berkarakter kopi.

Sementara itu, Dirty Latte memiliki sejarah berbeda dan dikenal sebagai kopi dengan konsep kontras suhu yang kuat.

Dirty Latte diyakini berasal dari Jepang, tepatnya Tokyo, dan dipopulerkan oleh barista dengan pendekatan eksperimental.

Baca Juga: Empat Warung Kopi Tertua di Indonesia, Legendaris dan Tetap Bertahan hingga Kini

Minuman ini dibuat dengan menuangkan espresso panas langsung ke atas susu dingin tanpa diaduk.

Hasilnya adalah tampilan “kotor” dengan lapisan warna yang jelas serta gradasi rasa pahit dan creamy.

Dirty Latte hadir dalam versi ekstrem yang viral dengan suhu gelas mencapai minus 86 derajat Celsius.

Baca Juga: Sajian Praktis di Rumah, Resep Ayam Bumbu Kecap yang Manis dan Gurih

Gelas dibekukan terlebih dahulu menggunakan pendingin khusus sebelum diisi susu pekat dan disiram espresso panas.

Pada versi ekstrem ini, susu di bagian bawah bisa membeku seperti es krim dan menciptakan tiga lapisan sensasi rasa.

Mulai dari dingin membeku, hangat lembut, hingga panas pahit espresso yang terasa dalam waktu singkat.

Baca Juga: Mencicipi Sate Rusa Legendaris di Sate Gedhe Pasar Minggir, Ikon Kuliner Jogja

Dirty Latte ekstrem memiliki aturan khusus, yakni harus diminum cepat sekitar 40 detik agar sensasi khasnya tetap terasa.

Jika terlalu lama, lapisan suhu akan berubah dan pengalaman rasa tidak lagi maksimal seperti yang diharapkan.

Baik Mont Blanc maupun Dirty Latte mencerminkan perubahan gaya ngopi masyarakat urban di Indonesia saat ini.

Baca Juga: Wisata Kuliner Menteng: Menikmati Rasa Klasik yang Bertahan Puluhan Tahun di Jantung Jakarta

Keduanya bukan hanya minuman, tetapi juga bagian dari wisata kuliner yang mengutamakan cerita, sensasi, dan pengalaman.

Tren ini membuktikan bahwa coffee shop kini menjadi ruang eksplorasi rasa yang terus berinovasi mengikuti selera generasi muda.

Mont Blanc dan Dirty Latte pun layak disebut sebagai simbol kopi modern yang sedang berada di puncak popularitasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.