Jakarta

6 Makanan Tradisional yang Hanya Ada Saat Maulid Nabi SAW

Sastra Yudha | 26 September 2023, 14:29 WIB
6 Makanan Tradisional yang Hanya Ada Saat Maulid Nabi SAW

AKURAT JAKARTA - Umat Islam akan merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Kamis (28/9/2023) lusa.

Bagi muslim Indonesia, perayaan Maulid Nabi SAW dijadikan hari libur nasional. Sebab, masyarakat di berbagai daerah merayakan maulid nabi dengan tradisi masing-masing.

Biasanya, mereka menyajikan makanan-makanan khas yang hanya ada di perayaan Maulid Nabi.

Adapun makanan tersebut juga disuguhkan dengan penyajian yang tradisional khas daerah setempat.

Lantas, apa saja sederet makanan khas yang biasanya identik dengan perayaan Maulid Nabi.

Baca Juga: 5 Lagu Emosional The Jakmania Untuk Persija Jakarta

Berikut 6 di antaranya:

1. Ampyang Maulid

Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Loram Kulon, Jati, Kudus, Jawa Tengah, turut ditandai dengan tradisi kirab ampyang.

Adapun makanan tradisional ini terbuat dari tepung dengan sentuhan macam-macam warna.

2. Ketupat Sumpil

Ketupat Sumpil jadi makanan di perayaan Maulid Nabi di Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah.

Ketupat yang telah dikenal sejak zaman Sunan Kalijaga ini disajikan pada tradisi weh-wehan menyambut Maulid Nabi.

 

3. Nasi suci ulam sari

Hidangan bernama nasi suci ulam sari ini merupakan makanan khas masyarakat Pacitan, Jawa Timur.

Nasi suci ulam sari hanya disajikan saat merayakan Maulid Nabi. Makanan ini dipilih bukan tanpa alasan, ada simbol di baliknya, yakni permohonan agar dijauhkan dari bahaya dan mendapat berkah.

Baca Juga: Resep Bawal Asam Manis, Makan Dijamin Sukses Nambah Terus

4. Endog-endogan

Endog atau telur adalah hidangan masyarakat Banyuwangi, Jawa Timur, saat perayaan Maulid Nabi.

Mereka memakai telur rebus, dihias, kemudian ditancapkan pada batang pisang. Endog-endogan ini kemudian disantap bareng-bareng.

5. Kue Kolombengi

Kudapan tradisional ini disajikan dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gorontalo. Masyarakat di sana menyiapkan kue-kue, seperti kolombengi, wapili, bulu deli, yang disusun rapi juga dihias.

Kue kolombengi dijadikan hiasan Tolangga, yang mana Tolangga tersebut terbuat dari rotan yang berbentuk perahu atau menara.

Baca Juga: Agenda Akhir Pekan Bisa ke Jakarta Pesta Rakyat ASEAN, Denger Musik dan Berburu Makanan

6. Telur Male

Perebutan telur male merupakan tradisi yang kerap ditemukan saat perayaan Maulid Nabi di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Telur male jadi makanan yang disajikan ketika perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Telur-telur yang dihias warna-warni ini digantung di batang pisang. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.