6 Makanan Tradisional yang Hanya Ada Saat Maulid Nabi SAW

AKURAT JAKARTA - Umat Islam akan merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Kamis (28/9/2023) lusa.
Bagi muslim Indonesia, perayaan Maulid Nabi SAW dijadikan hari libur nasional. Sebab, masyarakat di berbagai daerah merayakan maulid nabi dengan tradisi masing-masing.
Biasanya, mereka menyajikan makanan-makanan khas yang hanya ada di perayaan Maulid Nabi.
Adapun makanan tersebut juga disuguhkan dengan penyajian yang tradisional khas daerah setempat.
Lantas, apa saja sederet makanan khas yang biasanya identik dengan perayaan Maulid Nabi.
Baca Juga: 5 Lagu Emosional The Jakmania Untuk Persija Jakarta
Berikut 6 di antaranya:
1. Ampyang Maulid
Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Loram Kulon, Jati, Kudus, Jawa Tengah, turut ditandai dengan tradisi kirab ampyang.
Adapun makanan tradisional ini terbuat dari tepung dengan sentuhan macam-macam warna.
2. Ketupat Sumpil
Ketupat Sumpil jadi makanan di perayaan Maulid Nabi di Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah.
Ketupat yang telah dikenal sejak zaman Sunan Kalijaga ini disajikan pada tradisi weh-wehan menyambut Maulid Nabi.
3. Nasi suci ulam sari
Hidangan bernama nasi suci ulam sari ini merupakan makanan khas masyarakat Pacitan, Jawa Timur.
Nasi suci ulam sari hanya disajikan saat merayakan Maulid Nabi. Makanan ini dipilih bukan tanpa alasan, ada simbol di baliknya, yakni permohonan agar dijauhkan dari bahaya dan mendapat berkah.
Baca Juga: Resep Bawal Asam Manis, Makan Dijamin Sukses Nambah Terus
4. Endog-endogan
Endog atau telur adalah hidangan masyarakat Banyuwangi, Jawa Timur, saat perayaan Maulid Nabi.
Mereka memakai telur rebus, dihias, kemudian ditancapkan pada batang pisang. Endog-endogan ini kemudian disantap bareng-bareng.
5. Kue Kolombengi
Kudapan tradisional ini disajikan dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gorontalo. Masyarakat di sana menyiapkan kue-kue, seperti kolombengi, wapili, bulu deli, yang disusun rapi juga dihias.
Kue kolombengi dijadikan hiasan Tolangga, yang mana Tolangga tersebut terbuat dari rotan yang berbentuk perahu atau menara.
Baca Juga: Agenda Akhir Pekan Bisa ke Jakarta Pesta Rakyat ASEAN, Denger Musik dan Berburu Makanan
6. Telur Male
Perebutan telur male merupakan tradisi yang kerap ditemukan saat perayaan Maulid Nabi di Kendari, Sulawesi Tenggara.
Telur male jadi makanan yang disajikan ketika perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Telur-telur yang dihias warna-warni ini digantung di batang pisang. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 4Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 5Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 7Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 8Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


