Catat Rekor dengan Suhu Tertinggi, Musim Panas di Italia Capai 43 Derajat Celcius

AKURAT JAKARTA - Italia, sebuah negara yang terkenal dengan warisan budayanya yang kaya, kembali menghadapi tantangan berat dari cuaca ekstrem musim panas yang mencapai suhu 43 derajat Celsius.
Berdasarkan data terbaru dari situs meteorologi Il Meteo, Italia sedang bersiap untuk mencatat rekor suhu tertinggi dalam musim panas ini, yang telah dipenuhi dengan gelombang panas yang intensif.
Periode paling terik pada musim panas Italia kali ini, akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Hal tersebut berdasarkan dari prediksi Il Meteo pada Selasa, 6 Agustus 2024 kemarin.
Baca Juga: Kemarin, Indonesia Gagal Bawa Pulang Medali, Veddriq Leonardo Kini Jadi Harapan Terakhir
Wilayah paling selatan Italia diprediksi akan mencatat suhu mencapai 43 derajat Celsius, sementara di wilayah utara, suhu diperkirakan mencapai 40 derajat Celsius.
"Setelah jeda singkat akhir pekan lalu, arus cuaca Afrika kembali dan lebih kuat dari sebelumnya dan siap untuk melepaskan suhu tinggi di seluruh negeri," berdasarkan laporan Il Meteo, dikutip dari laman Antara, pada Kamis, 8 Agustus 2024.
Kementerian Kesehatan Italia juga telah memberikan peringatan serius terkait kondisi panas ini. Hingga Selasa, 6 Agustus 2024 kemarin, hanya lima dari 27 kota terbesar di Italia yang berada di bawah status peringatan "oranye".
Baca Juga: Pergerakan Transfer Liverpool: Martin Zubimendi akan Didatangkan dengan Percaya Diri oleh The Reds!
Peringatan ini menandakan bahwa suhu ekstrem dapat membahayakan kesehatan, terutama bagi warga lanjut usia atau mereka yang memiliki kondisi kesehatan yang lemah.
Namun, pada hari ini, Kamis 8 Agustus 2024, perkiraan menunjukkan bahwa jumlah kota yang akan berada di bawah peringatan "oranye" atau "merah" akan meningkat dua kali lipat. Peringatan "merah" menunjukkan risiko kesehatan bahkan bagi individu yang sehat dan muda.
Baca Juga: Hampir Tawuran, Tiga Pelajar Terciduk Polisi Usai Rencanakan Tawuran Lewat Sosmed
Ini bukan kali pertama Italia harus menghadapi tantangan cuaca ekstrem dalam beberapa tahun terakhir. Tahun ini, Italia menghadapi tahun ketiga berturut-turut dengan dampak periode kering yang panjang di seluruh wilayahnya.
Meskipun rekor suhu tertinggi yang tercatat pada tahun lalu belum terpecahkan, gelombang panas tahun ini dimulai lebih awal dari biasanya, dengan suhu ekstrem tercatat bahkan sebelum musim panas dimulai secara perhitungan.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






