Jakarta

Dinilai Meresahkan Karena Kerap Rusak Fasilitas Warga, Operator Sound Horeg Ungkap Fakta Sebaliknya: Semakin Banyak Kerusakan Makin Banyak Saweran

Titania Isnaenin | 26 Oktober 2024, 08:22 WIB
Dinilai Meresahkan Karena Kerap Rusak Fasilitas Warga, Operator Sound Horeg Ungkap Fakta Sebaliknya: Semakin Banyak Kerusakan Makin Banyak Saweran

AKURAT JAKARTA - sound horeg, atau sound system  berukuran sangat besar seringkali meresahkan masyarakat.

Beberapa kali video tentang sound horeg viral di media sosial lantaran terlihat merusak beberapa fasilitas warga.

Seperti kaca pecah, genteng roboh bahkan adanya perusakan fasilitas umum secara sengaja agar sound dapat melewati jalan umum.

Baca Juga: Makin Melebar Kemana-mana, Pratiwi Noviyanthi Klarifikasi Soal Somasi Dari Agus Salim

Namun ditengah polemik mudharatnya sound tersebut, seorang operator sound horeg membeberkan sebuah fakta mengejutkan.

Bagaimana tidak, ia mengatakan bahwa kerusakan akibat sound system selama ini tak pernah dipermasalahkan oleh para warganya khususnya di daerah Jawa Timur. 

Hal ini menurut keterangan dari operator sound horeg, mereka bersedia menyewa sound sebagai hiburan untuk mencari kesenangan.

Baca Juga: Agus Salim kekeh Minta Uang Donasi Dikembalikan, Kuasa Hukum Farhat Abbas Sebut Tak Peduli Soal Petisi Dari Para Donatur

Sehingga apabila terjadi kerusakan fasilitas sekitar akan menjadi tanggungan para panitia yang terlibat maupun dari pihak penyewa.

"Yang lagi viral, kaca pecah, genteng rontok. Jangankan kaca pecah genteng roboh mas. Rumahnya rubuh pun nggak papa bener nggak papa. Los mereka, wong mereka sewa-sewa sendiri," kata operator Muhammad Kholid melansir dari akun media sosial YouTube Volix Media via akun X @heraloebss.

Lebih lanjut lagi, ia mengatakan jika kerusakan yang diakibatkan sound horeg semakin besar maka semakin tinggi saweran yang didapat oleh para operator sound.

Baca Juga: Pakai Sound Horeg Untuk Iring-iringan Karnaval, Seorang Ibu di Pati Jawa Tengah Nyaris Dikroyok Massa Hanya Karena Minta Volume Dikecilkan

"Saya yang tau dilapangan, kalau sampe saya mecahin kaca, ngerontokin genteng, apalagi sampe temboknya retak saya makin disawer. Nggak main-main mereka sawer, satu lagu satu juta." lanjutnya lagi.

Bahkan ia menambahkan bahwa kehadiran sound horeg dengan dampak kerusakan fasilitas yang diakibatkannya justru sangat disukai oleh masyarakat Jawa Timur terutama kota Malang.

"Itu dari masyarakat, masyarakat itu semakin ada kerusakan sebetulnya, mereka seneng nggak ada yang namanya "wah ini gimana-ini gimana," kata mereka los mas, apa yang rusak itu belakangan," bebernya lagi.

Baca Juga: Viral! 7 Sound Horeg dari Jawa Timur Bakal Guncang Pesta Rakyat Pelantikan Prabowo-Gibran di Jakarta Hari ini

Meski dianggap hal yang lumrah di daerah tertentu, netizen menganggap bahwa kehadiran sound horeg dalam setiap karnaval justru berdampak negatif bagi masyarakat luas.

Bukan hanya merusak fasiltas, namun sound dengan ukuran raksasa itu membuat kebisingan yang dapat menimbulkan kerusakan pada area pendengaran.

Terutama bagi kelompok renta seperti bayi, lansia dan orang-orang dengan penyakit bawaan jantung.

"Dipikir yg rusak cuman rumah dan fisik bangunan aja kali ya. Apakah panitia pernah coba cek kesehatan jantung dan telinga warga yg rumah nya dilewati juga sbg bentuk tanggung jawab mereka? Kaca aj bisa pecah, apalagi gendang telinga," komen @themalefic.

"Kerusakan atau kerugian lainnya dikarenakan sesuatu yg disengaja bahkan ditambah lagi ke rusakannya, lalu korban bahagia? Klo gk gila, edan dn sakit jiwa apa namanya?," timpal @R_Balthazar13.

"Kasihan orang yang sakit, anak bayi pada keberisikan semua," komen netizen lain. 

Bagaimana menurutmu?. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.