Jakarta

Metode Water Birth Jadi Pilihan Nikita Willy Saat Melahirkan Anak Kedua, Yuk Kenali Manfaat Serta Resikonya Bagi Ibu Hamil

Titania Isnaenin | 17 Desember 2024, 20:46 WIB
Metode Water Birth Jadi Pilihan Nikita Willy Saat Melahirkan Anak Kedua, Yuk Kenali Manfaat Serta Resikonya Bagi Ibu Hamil

 

AKURAT JAKARTA - Bintang sinetron Nikita Willy baru saja membagikan momen bahagia dirinya saat melahirkan putra kedua pada Minggu (15/12) melalui instagram pribadi @nikitawillyofficial94.

Putra kedua pasangan Nikita Willy dengan pengusaha Indra Priawan Djokosoetono yang diberi nama Nael Idrissa Djokosoetono itu lahir melalui proses persalinan water birth di Amerika Serikat.

Dalam momen bahagianya itu, nampak Nikita Willy tengah menjalani proses persalinan dengan berendam disebuah bath tub dengan didampingi sang suami dan juga anak pertamanya.

 

"15 Desember 2024. Nael Idrissa Djokosoetono telah bergabung dengan kita di bumi, dibesarkan dalam kehangatan rumah dan dikelilingi oleh orang-orang yang paling mencintai kita," tulis Nikita yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.

Dalam foto yang dibagikannya, Nikita Willy berhasil melahirkan dengan metode water birth yang banyak menuai rasa penasaran sebagian masyarakat dengan metode persalinan ini.

Lantas, apa sebenarnya metode persalinan water birth yang digunakan Nikita Willy saat lahiran?

Melansir dari berbagai sumber, metode water birth adalah metode persalinan dengan cara berendam di air hangat.

Metode ini dipercaya dapat membantu persalinan lebih rileks dan mengurangi rasa sakit ketika kontraksi .

Dengan metode ini juga penggunaan obat analgesik mampu diminimalisir saat proses persalinan.

Karena ketika ibu hamil berendam di air, otot rahim akan merespon dengan lebih baik dan efisien yang dapat menghasilkan oksigenisasi yang jauh lebih baik.

Bahkan meredakan tensi yang naik karena tingkat kecemasan saat melahirkan. 

Namun diantara manfaat tersebut, perlu diketahui juga resiko dari metode persalinan water birth.

Salah satunya adalah adanya infeksi saat mengejan, dimana otot-otot dalam anus akan berkontraksi sehingga kemungkinan akan mengeluarkan tinja saat proses persalinan.

Disaat itulah kemungkinan tinja akan mengontaminasi air dan dapat tertelan oleh bayi yang baru lahir.

Tak hanya itu, bayi baru lahir juga akan terkena sindrom aspirasi mekonium yaitu kondisi dimana bayi sudah buang air besar sebelum lahir.

Yakni cairan ketuban akan terkontaminasi kotoran yang dapat terhirup oleh bayi yang dapat menyebabkan masalah dalam pernapasan.

Namun seharusnya, saat itu terjadi dokter dan bidan dapat mengenali hal ini ketika air ketuban pecah dan bercampur dengan mekonium yang umumnya berwarna hijau, kental, dan lengket.

Dalam kondisi itu, sangat penting untuk segera menghisap keluar cairan mekonium dari saluran pernapasan bayi begitu bayi keluar. Sehingga posisi ibu saat water birth harus disesuaikan agar tindakan ini dapat dilakukan segera.

Oleh karena dari serangkaian keuntungan dan kelemahan dari metode water birth tersebut, metode ini tak bisa dilakukan oleh semua ibu hamil.

Ada sebagian wanita yang tidak disarankan untuk menggunakan metode persalinan ini, diantaranya:

1. Ibu hamil berusia kurang dari 17 tahun dan atau lebih dari 35 tahun

2. Mengalami infeksi selama kehamilan

3. Mengalami komplikasi kehamilan, seperti kondisi dengan pre-eklampsia, diabetes atau penyakit jantung

Baca Juga: Anak Bos Toko Roti yang Aniaya Karyawati Resmi Ditangkap, Tersangka Mengaku Khilaf

 

4. Sedang hamil bayi kembar atau lebih

5. Usia bayi prematur

6. Posisi bayi sungsang

7. Bayi yang diperkirakan berbobot besar.

Itu tadi adalah manfaat dan resiko water birth yang sebaiknya diketahui bagi ibu hamil yang tertarik menggunakan metode ini sebagai salah satu alternatif persalinan. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.