Banyak Dihujat Karena Jadi Stafsus Menhan, Deddy Corbuzier Sebut Tak Akan Ambil Gaji: Saya Tidak Butuh

AKURAT JAKARTA - Polemik pelantikan staf khusus Kemenhan kini ditanggapi langsung oleh pemilik podcast "Close The Door" Deddy Corbuzier pada Kamis, 13 Februari 2025.
Klarifikasi tersebut disampaikan lantaran beredarnya isu gaji yang akan diterima Deddy Corbuzier sebagai staf khusus Menteri Pertahanan yang dianggap bebani negara.
Dalam akun Instagramnya @mastercorbuzier, ia menyebut tak akan mengambil gaji apapun yang diberikan kepadanya sebagai staf khusus bidang komunikasi sosial dan publik.
Apalagi ditengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, ia justru menegaskan bahwa sejak awal permasalahan itu sudah dibicarakan dengan Kemenhan.
"Jadi gini, saya sejak awal juga sudah mengatakan kepada Kementerian Pertahanan bahwa saya tidak akan mengambil gaji atau apapun itu yang sifatnya material untuk saya pribadi sama sekali. Saya tidak akan mengambil apapun. Tidak akan," tuturnya dalam video yang diunggahnya seperti dikutip pada Jumat (14/2).
Baca Juga: Masa Hukuman Diperberat, Pengadilan Tinggi Jakarta Akan Sita Aset Milik Harvey Moeis dan Sandra Dewi
Deddy bahkan menyebut alasan mengapa ia tidak mengambil gaji yang menjadi bagian dari haknya.
"Pertama saya tahu bahwa saya tidak membutuhkan itu, kedua saya tau bahwa masyarakat lebih membutuhkan. Jadi, saya enggak ngambil gaji. Material apapun enggak akan saya ambil. Tenang aja, tenang," sambungnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan ikut mengklarifikasi soal pengangkatan stafsus ditengah polemik efisiensi anggaran.
Menurutnya, anggaran yang diperuntukan sebagai gaji pegawai tidak akan terdampak meski pemangkasan anggaran juga terjadi di wilayah Kemenhan.
Baca Juga: Diangkat Jadi Stafsus Menhan, Deddy Corbuzier Bakal Terima Gaji Segini
"Di tengah efisiensi anggaran memang kita melakukan pengangkutan staf khusus karena masih ada ruang untuk kita melakukan untuk belanja pegawai kan tidak kita potong ya," ujarnya.
Wamenhan bahkan menuturkan bahwa pertimbangan pengangkatan staf khusus juga telah memenuhi syarat belanja pegawai.
"Jadi belanja pegawai memang ada posnya di sana dan itu masih memenuhi syarat untuk melakukan penambahan staf khusus," sambungnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 3Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 4Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 5Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 8Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!









