Jakarta

Kembali ke Jakarta Tempo Dulu Lewat Pertunjukan Seni Budaya Bertajuk “Berjuta Pilihan Hidup”

Zainal Abidin | 23 Juni 2025, 20:13 WIB
Kembali ke Jakarta Tempo Dulu Lewat Pertunjukan Seni Budaya Bertajuk “Berjuta Pilihan Hidup”

AKURAT JAKARTA - Pertunjukan seni budaya bertajuk “Berjuta Pilihan Hidup di Kota Jakarta” kembali menghidupkan warna tradisi Betawi di panggung Galeri Indonesia Kaya.

Dalam rangka memeringati ulang tahun ke-498 Kota Jakarta, Galeri Indonesia Kaya menyuguhkan pertunjukan yang tak hanya menghibur, tetapi juga menyentuh sisi reflektif kehidupan masyarakat ibu kota.

Dengan menghadirkan sketsa komedi Betawi, pementasan ini menjadi cerminan khas kehidupan sehari-hari di Jakart; mulai dari urusan jodoh, pekerjaan, hingga dinamika keluarga modern.

Baca Juga: 15 Acara Liburan Sekolah Paling Hits di PIK, Sudah Kamu Datangi?

Disajikan oleh Sanggar Sinar Norray dan berkolaborasi dengan aktris senior Maudy Koesnaedi, pertunjukan ini berlangsung pada Sabtu (21/6) dan menyuguhkan gaya bercerita khas Betawi yang jenaka, penuh permainan kata, sekaligus menyentuh.

"Sebagai bentuk cinta kami terhadap kekayaan budaya Indonesia, khususnya dalam merayakan hari jadi ke-498 Kota Jakarta, kami menghadirkan pertunjukan warisan budaya Betawi dalam kemasan yang jenaka, hangat, namun sarat makna," ujar Renitasari Adrian, Program Director Galeri Indonesia Kaya.

Pentas dibuka dengan lantunan musik dan tarian Betawi yang semarak, membawa penonton larut dalam nuansa Jakarta tempo dulu.

Baca Juga: Kapan Sih Konser Tipe-X di Jakarta Fair Kemayoran, Simak Jadwal Lengkap PRJ 2025 di Sini

Selama satu jam, kamu diajak tertawa, berpikir, dan merenung lewat potongan-potongan cerita yang terasa begitu akrab. Tidak hanya sebagai hiburan, pertunjukan ini juga menyampaikan pesan tentang nilai-nilai kehidupan sederhana yang kerap terlupakan di tengah hiruk-pikuk kota besar.

Engkar Karmilasari, pemimpin Sanggar Sinar Norray, menyebut bahwa pertunjukan ini adalah upaya menyatukan lintas generasi dalam cinta terhadap budaya.

“Kami ingin penikmat seni dari berbagai generasi bisa menikmati kekayaan budaya kita lewat tawa, musik, dan gerak yang akrab dengan kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Baca Juga: Mau Tahu Cara Pakai Hero dengan Crowd Control? Cek di Sini! Bisa Dapat Skin Terbaik dengan Top Up di Itemku

Sementara itu, Maudy Koesnaedi mengungkapkan rasa bangganya bisa terlibat dalam pertunjukan yang tidak hanya merayakan ulang tahun Jakarta, tetapi juga mengenang sosok almarhumah Mpok Nori, pendiri Sanggar Sinar Norray yang telah menjadi simbol semangat pelestarian budaya Betawi.

Didirikan pada 1995 oleh Almh. Hj. Nori alias Mpok Nori, sanggar ini telah menjadi pusat pelestarian seni lenong, musik, dan tari Betawi.

Kini, di bawah arahan Engkar, semangat tersebut terus dikembangkan dalam bentuk yang lebih segar dan mudah diterima generasi muda.

Baca Juga: 10 Ide Seserahan Beserta Maknanya

Lewat pementasan ini, Galeri Indonesia Kaya membuktikan bahwa budaya tradisional masih bisa hidup, tumbuh, dan menginspirasi—selama disampaikan dengan cara yang relevan dan menyentuh hati. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.