Jakarta

Cara Bijak Generasi Z Hadapi Kelelahan Digital Tanpa Tinggalkan Gadget

Zainal Abidin | 11 September 2025, 07:00 WIB
Cara Bijak Generasi Z Hadapi Kelelahan Digital Tanpa Tinggalkan Gadget

AKURAT JAKARTA - Generasi Z kini berada di garis depan dunia digital.

Dari bangun tidur hingga sebelum tidur lagi, kamu mungkin tidak pernah lepas dari gawai maupun internet.

Namun, di balik gaya hidup serba online itu, tersimpan ancaman serius yang disebut digital fatigue atau kelelahan digital.

Baca Juga: 6 Cara Sederhana Mendidik Anak Agar Lebih Percaya Diri

Fenomena ini diam-diam menjadi masalah baru yang menekan kesehatan fisik sekaligus mental generasi muda.

Menurut Taufiqur Rahman, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), kelelahan digital adalah kondisi saat tubuh dan pikiran kewalahan karena paparan perangkat digital terlalu intens.

“Secara sederhana, digital fatigue adalah kelelahan fisik dan psikis yang muncul karena penggunaan media digital terlalu intens,” ungkapnya, dikutip dari Antara.

Baca Juga: Fiesta Folklore Nusantara 2025 di Kota Lama Semarang Akhir Pekan Ini: Pesta Seni dan Budaya Lintas Negara, dari Korea hingga Jepang, Gratis!

Mahasiswa menjadi kelompok yang paling mudah terjebak dalam kondisi ini.

Bayangkan saja, hampir setiap hari mereka harus mengikuti kelas online, membaca materi di layar, mengerjakan tugas lewat laptop, sekaligus aktif di media sosial.

Akibatnya, bukan hanya konsentrasi yang menurun, tapi juga kesehatan mental ikut terganggu.

Baca Juga: Pameran World of Barbie Resmi Dibuka di Jakarta, Catat Tanggalnya!

Gejala yang sering muncul antara lain sulit fokus, mudah lelah, hingga keluhan fisik seperti pusing dan mata cepat tegang.

“Kalau sudah berlarut, bahkan bisa mengarah pada depresi,” tambah Taufiq.

Lebih jauh, derasnya arus informasi yang datang tanpa henti juga memperburuk situasi.

Baca Juga: Pasar Kangen Jogja 2025 Akhirnya Diputuskan Digelar 18-24 September, Berikut Lokasi dan Rangkaian Acaranya

Generasi Z seakan terjebak dalam lingkaran tanpa jeda, di mana tubuh lelah dan pikiran tidak pernah benar-benar beristirahat.

Meski begitu, Taufiq menekankan bahwa teknologi digital tidak bisa kamu hindari, terutama di dunia pendidikan.

Jalan keluarnya bukan dengan menjauhi perangkat, melainkan mengatur keseimbangan.

Baca Juga: Tanda Orang Meninggal, Benarkah Tubuh Memberi Sinyal Alami?

Salah satu cara yang disarankan adalah digital detox—yakni membatasi waktu penggunaan gawai, memilih hanya aktivitas yang penting, serta menghindari scrolling tanpa tujuan.

Fenomena ini memberi pesan penting: kamu perlu lebih sadar dalam mengelola waktu bersama gawai.

Jika tidak, kelelahan digital bisa menjadi ancaman nyata yang merusak kesehatan fisik sekaligus mentalmu di masa depan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.