Kenali Campak: Penyakit Menular yang Masih Mengintai Anak dan Dewasa

AKURAT JAKARTA - Campak atau measles adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Measles morbillivirus.
Meskipun sering dianggap penyakit “biasa” oleh sebagian masyarakat, campak sebenarnya dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti radang paru-paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), bahkan kematian jika tidak ditangani dengan tepat.
Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, namun anak-anak dengan daya tahan tubuh rendah paling rentan tertular.
Gejala dan Penularan
Campak ditandai dengan gejala awal berupa demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, dan bercak putih di dalam mulut.
Beberapa hari kemudian, ruam merah akan muncul di seluruh tubuh.
Baca Juga: Tips Aman Staycation Sendirian di Hotel yang Jarang Diketahui
Virus campak sangat mudah menular melalui percikan air liur (droplet) ketika penderita batuk atau bersin.
Seseorang bisa terinfeksi hanya dengan berada di ruangan yang sama dengan penderita.
Penyebab Rendahnya Kesadaran
Baca Juga: Memomemoria 2025, Festival Seni Sal Priadi yang Kembali Hidupkan Kenangan
Meski vaksin campak telah tersedia dan efektif, masih banyak orang tua yang menyepelekan penyakit ini.
Beberapa menganggap campak akan sembuh sendiri, sementara sebagian lain termakan isu atau hoaks mengenai vaksin.
Akibatnya, cakupan imunisasi rendah dan risiko wabah tetap tinggi, terutama di daerah dengan akses layanan kesehatan terbatas.
Baca Juga: Warga Banjarnegara Merapat, Besok Konser Denny Caknan di Alun-Alun
Pencegahan dan Penanganan
Vaksinasi adalah langkah paling efektif untuk mencegah campak.
Anak-anak dianjurkan mendapatkan vaksin MR (Measles-Rubella) sejak usia 9 bulan, kemudian diulang pada usia 18 bulan.
Selain itu, menjaga kebersihan, memastikan asupan gizi cukup, dan menghindari kontak dengan penderita juga penting untuk mencegah penyebaran.
Jika seseorang terkena campak, perawatan di rumah bisa dilakukan dengan memberikan cukup cairan, makanan bergizi, dan obat pereda demam.
Namun, jika muncul komplikasi seperti sesak napas atau kejang, segera bawa ke fasilitas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut.
Kesimpulan
Campak bukan penyakit ringan yang bisa diabaikan.
Edukasi masyarakat, akses vaksinasi, dan kesadaran akan pentingnya imunisasi adalah kunci untuk melindungi anak-anak dan orang dewasa dari bahaya penyakit menular ini.
Dengan langkah pencegahan yang tepat, Indonesia dapat mengurangi angka kasus campak dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 4Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 5Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 8Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




