Jakarta

Wanita Lebih Rentan Alami Depresi Jika Sering Minum Soda, Ini Penjelasannya

Zainal Abidin | 2 Oktober 2025, 16:00 WIB
Wanita Lebih Rentan Alami Depresi Jika Sering Minum Soda, Ini Penjelasannya

AKURAT JAKARTA - Minum soda sering dianggap sebagai kebiasaan ringan, tetapi sebuah studi baru mengungkapkan bahwa rutinitas ini bisa berdampak serius pada kesehatan mental.

Studi tersebut menyoroti hubungan antara konsumsi minuman ringan dengan risiko depresi, terutama pada wanita.

Kata kuncinya jelas: minum soda bukan sekadar soal selera, tetapi juga bisa memengaruhi mikrobioma usus yang berhubungan dengan suasana hati.

Baca Juga: Snada Indonesia 2025 Siap Guncang ICE BSD City Rabu Pekan Depan, Menghadirkan Tulus, Kahitna, Afgan hingga Yura Yunita

Penelitian yang dipimpin oleh Sharmili Edwin Thanarajah, PhD, dari Rumah Sakit Universitas Frankfurt di Jerman, melibatkan lebih dari 900 orang dewasa berusia 18–65 tahun.

Peserta diminta mengisi kuesioner makanan dan memberikan sampel tinja agar peneliti dapat menganalisis mikrobioma usus mereka.

Dari jumlah itu, sekitar 400 orang didiagnosis dengan depresi mayor, sementara sisanya menjadi kelompok kontrol sehat.

Baca Juga: 7 Jalur Kereta Api Terindah di Indonesia yang Wajib Dicoba

Hasil penelitian yang diterbitkan di jurnal JAMA Psychiatry menunjukkan bahwa wanita yang paling banyak minum soda memiliki risiko depresi 17 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang jarang atau tidak mengonsumsinya.

Tidak hanya itu, perempuan tersebut juga cenderung melaporkan gejala depresi yang lebih parah, seperti kesedihan mendalam, kelelahan ekstrem, hingga pikiran untuk bunuh diri. Menariknya, temuan ini tidak terlihat pada pria.

Para peneliti menduga adanya kaitan erat antara soda dengan peningkatan bakteri usus tertentu bernama Eggerthella, yang sebelumnya juga dikaitkan dengan depresi.

Baca Juga: Rayakan Hari Batik dengan Menjelajahi 7 Destinasi Kampung Batik Nusantara

Kandungan gula sederhana dalam soda dianggap berperan besar dalam mengganggu keseimbangan mikrobioma usus, meningkatkan peradangan, serta melemahkan sistem imun usus.

Meski begitu, pakar gizi Hennis Tung mengingatkan bahwa bukan berarti pria aman mengonsumsi soda.

Menurutnya, minuman manis tetap berisiko bagi kesehatan secara umum, bahkan dalam porsi kecil.

Baca Juga: Menyusuri Keindahan Batik di Museum Batik Indonesia TMII

Hanya satu hingga dua gelas per hari sudah bisa memberikan dampak buruk, tanpa adanya manfaat nutrisi berarti.

Karena itu, mengurangi konsumsi minuman ringan manis dapat menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan fisik sekaligus mental. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.