Jakarta

Jangan Sampai Terlewat! Ini Jadwal Penampakan Fenomena Hujan Meteor Geminid di Akhir Tahun

Titania Isnaenin | 11 Desember 2025, 21:47 WIB
Jangan Sampai Terlewat! Ini Jadwal Penampakan Fenomena Hujan Meteor Geminid di Akhir Tahun

 

AKURAT JAKARTA - Bersiaplah! Puncak hujan meteor Geminid, fenomena tahunan yang dinantikan, diprediksi akan menyinari langit mulai Jumat (14/12) malam hingga Sabtu (15/12) pagi.

Pengamat berkesempatan menyaksikan tontonan spektakuler hingga 120 meteor melintas setiap jam di fase puncaknya.

Hujan meteor Geminid merupakan fenomena astronomis yang terjadi saat kerikil atau debu luar angkasa memasuki atmosfer Bumi dan terbakar, menciptakan bola-bola api yang bercahaya.

Secara keseluruhan, Geminid terjadi pada 4-20 Desember, dengan puncak di pertengahan bulan.

Asal Usul dari Asteroid Phaethon

Hujan meteor Geminid mendapatkan namanya karena posisi munculnya yang paling jelas terlihat di arah rasi bintang Gemini.

Fenomena ini berasal dari kerikil dan debu antariksa yang ditinggalkan oleh asteroid Phaethon.

Asteroid ini diketahui membutuhkan waktu sekitar 1,4 tahun untuk menyelesaikan satu kali orbit mengelilingi Matahari.

Secara historis, Geminid memiliki reputasi sebagai hujan meteor yang terang dan berwarna, di mana mayoritas meteor yang tampak memiliki corak kekuningan.

Hujan meteor ini juga relatif lambat; meteor-meteor ini bergerak kurang lebih setengah dari kecepatan meteor Perseid atau Leonid pada umumnya.

Jadwal Puncak dan Tantangan Pengamatan

Menurut Time and Date, Geminid dapat disaksikan mulai pukul 21.00 WIB hingga menjelang pagi.

Hujan meteor ini dapat disaksikan dengan mata telanjang tanpa bantuan alat khusus.

Untuk mendapatkan pengamatan yang optimal, pengamat disarankan mencari tempat yang gelap, jauh dari polusi cahaya.

Sebagai catatan, cahaya Bulan tidak akan terlalu mengganggu pengamatan karena Bulan telah melewati fase sebagian saat puncak Geminid.

Namun, tantangan utama bagi pengamat di Indonesia adalah puncak musim hujan, yang dapat menyebabkan tutupan awan yang mengganggu visibilitas meteor. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.