Jakarta

Tak Perlu ke Luar Negeri, Eka Hospital Sukses Operasi 100 Lutut Berbasis Robotik

Ainun Kusumaningrum | 22 Desember 2025, 15:45 WIB
Tak Perlu ke Luar Negeri, Eka Hospital Sukses Operasi 100 Lutut Berbasis Robotik

AKURAT JAKARTA — Gatam Institute Eka Hospital mencatatkan prestasi gemilang dalam dunia kedokteran nasional. Dalam kurun waktu 1,5 tahun, tim medis berhasil menuntaskan 100 operasi pergantian lutut (Total Knee Replacement/TKR) berbasis teknologi robotik Velys dengan angka infeksi dan mortalitas nol persen.

Pencapaian ini mengukuhkan posisi Eka Hospital sebagai pionir layanan ortopedi presisi di Indonesia yang sejajar dengan pusat kesehatan internasional.

Keberhasilan ini juga menjadi bukti bahwa masyarakat kini tidak perlu lagi ke luar negeri untuk mendapatkan prosedur bedah lutut berteknologi tinggi.

Baca Juga: Waspada Influenza pada Anak, Kenali Gejala, Pencegahan dan Batas Kritis Kapan Harus ke Dokter

"Pencapaian 100 kasus ini bukan sekadar angka, melainkan fondasi bagi layanan ortopedi kelas dunia di Indonesia. Ini mencerminkan kematangan sistem dan kompetensi tim multidisiplin kami," ujar CEO Eka Hospital Group, drg Rina Setiawati, dalam konferensi pers, Kamis (18/12).

Chairman Gatam Institute, Dr dr Luthfi Gatam SpOT (K) Spine, menjelaskan bahwa kunci keberhasilan prosedur ini terletak pada integrasi antara teknologi mutakhir dan protokol keselamatan pasien yang ketat. Teknologi robotik Velys memungkinkan ahli bedah melakukan tindakan dengan tingkat presisi ekstrem.

"Capaian nol persen infeksi menunjukkan kendali mutu yang sangat ketat. Teknologi membantu dokter bekerja lebih akurat, yang berdampak langsung pada kecepatan pemulihan pasien," jelas dr Luthfi.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Kanker Tulang, Gejala, Diagnosis dan Langkah Penanganan

Eka Hospital merupakan rumah sakit pertama di Indonesia yang mengoperasikan dua jenis robot sekaligus untuk spesialisasi operasi tulang belakang dan pergantian sendi lutut.

Dokter spesialis ortopedi Eka Hospital, dr Ricky Hutapea SpOT (K), menambahkan bahwa kehadiran teknologi ini menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat akan layanan medis yang efisien dan berkualitas di dalam negeri. Dengan presisi tinggi, risiko trauma pada jaringan sekitar lutut dapat diminimalisasi.

"Indonesia kini telah sejajar dengan teknologi yang digunakan negara-negara tetangga. Pasien dapat memperoleh layanan kualitas tinggi di dalam negeri dengan lebih nyaman dan efisien," ungkap dr Ricky.

Ke depan, Eka Hospital berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi internasional dan mengembangkan layanan subspesialis. Targetnya, Gatam Institute menjadi pusat rujukan ortopedi terdepan, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di kawasan Asia Tenggara.(*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.