Mengenal Virus Nipah, Penyakit Zoonotik Mematikan yang Perlu Diwaspadai

AKURAT JAKARTA - Virus Nipah adalah infeksi zoonotik serius yang dapat menular dari kelelawar buah kepada manusia maupun hewan ternak di sekitar kita.
Penyakit ini pertama kali ditemukan pada tahun 1999 di Malaysia ketika terjadi wabah besar pada peternakan babi dan pekerjanya.
Sejak saat itu berbagai negara di Asia Selatan seperti Bangladesh dan India beberapa kali melaporkan munculnya kasus baru secara berkala.
Penularan kepada manusia dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi atau makanan yang tercemar air liur kelelawar.
Masa inkubasi virus biasanya berlangsung antara empat hingga empat belas hari sebelum gejala awal mulai dirasakan penderita.
Gejala awal sering tampak ringan berupa demam tinggi, sakit kepala, batuk, nyeri tenggorokan, dan rasa lemah pada tubuh.
Pada kondisi lebih berat virus dapat menyerang sistem saraf pusat sehingga menimbulkan kebingungan, kejang, hingga penurunan kesadaran.
Tingkat kematian akibat infeksi Nipah tergolong sangat tinggi dan dapat mencapai lebih dari tujuh puluh persen pada beberapa kejadian.
Sampai saat ini belum tersedia vaksin maupun obat antivirus khusus sehingga pengobatan hanya berfokus pada perawatan suportif.
Baca Juga: Menjemput Malam Nisfu Sya'ban, Keutamaan dan Panduan Niat Puasa Sunnah Ayyamul Bidh
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menempatkan Nipah sebagai patogen prioritas karena berpotensi memicu wabah besar di masa depan.
Pemerintah Indonesia terus meningkatkan kewaspadaan dengan memperkuat pemantauan kesehatan dan kesiapan fasilitas medis nasional.
Masyarakat dianjurkan menghindari konsumsi buah atau nira yang mungkin telah terkontaminasi oleh kelelawar di lingkungan terbuka.
Baca Juga: Waspada Aplikasi Palsu FF Beta 2026 Jujutsu Kaisen, Ini Cara Aman Akses Fitur Terbaru
Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun serta menghindari kontak dengan hewan sakit menjadi langkah pencegahan paling sederhana.
Deteksi dini sangat penting sehingga setiap orang perlu segera mencari bantuan medis jika mengalami demam disertai gangguan saraf.
Kedisiplinan menjaga kebersihan dan kewaspadaan bersama merupakan kunci utama untuk mencegah penyebaran Virus Nipah di masyarakat. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




