Jakarta

Tahukah Kalian? Seniman Kontemporer Asal Jepang yang Terkenal dengan Polkadot, Ternyata Pernah Masuk Rumah Sakit Jiwa, Kenapa?

Fadhil Dhuha Rizqullah | 23 November 2023, 19:11 WIB
Tahukah Kalian? Seniman Kontemporer Asal Jepang yang Terkenal dengan Polkadot, Ternyata Pernah Masuk Rumah Sakit Jiwa, Kenapa?

AKURAT JAKARTA - Nama aslinya adalah Yayoi Kusama. Seniman asal Jepang ini terkenal dengan panggilan Polkadot, karena senang mengenakan pakaian motif polkadot.

Lahir di Kota Matsumoto pada 22 Maret 1929, seniman Yayoi  menemukan cinta pada seni sejak dini. Ia terinspirasi oleh hallucinations polkadot yang menjadi ciri khasnya.

Mengikuti jejak Georgia O'Keeffe, Yayoi  pindah ke New York pada 1957 untuk mewujudkan mimpinya menjadi seniman di Amerika Serikat.

Perjalanan hidupnya penuh liku. Dirinya menghadapi trauma dan berbagai hambatan. Bahkan,ia sempat tinggal di rumah sakit jiwa.

Baca Juga: Dear Kawan Perpus dan Sastra, 'Wonderful Night at The Library' Gelar Konser Musik Gratis, Cek Jadwal dan Lokasinya di Sini

Perjalanan karier Yayoi Kusama penuh perjuangan. Karya seninya  'Infinity Net' menandai awalnya di Amerika, dan pada 1993.

Yayoi  mendapat pengakuan internasional pada 2006 dengan penghargaan Praemium Imperiale, mewakili Jepang di Venice Biennale dengan 'Mirror Room Pumpkin'.

Selain seniman ulung, Yayoi Kusama juga seorang penulis produktif dengan karya-karya seperti "Infinity Net: The Autobiography of Yayoi Kusama."

Karya-karyanya, seperti "Infinity Mirrored Room" dan "Obliteration Room," memikat penggemar seni dan para seniman di seluruh dunia.

Baca Juga: Usai Ditetapkan UMP Jakarta, Pengemudi Taksi Online Tuntut Kenaikan Tarif

Tidak terkecuali penikmat seni di Indonesia. Pameran  di Museum MACAN Jakarta, "Life is the Heart of a Rainbow," mengeksplorasi evolusi motif dan tema ikonik Kusama selama tujuh dekade.

Dari awal kariernya di Jepang hingga kesuksesannya di New York, Kusama terus menginspirasi dengan kreativitasnya yang tanpa batas. (*)









Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.