Jakarta

Pajak Hiburan Tetap Melambung, Inul Daratista Sebut Tempat Karaoke Keluarga Pelan-pelan Akan Mati dan Hilang

Fikri Hidayatulloh | 17 Januari 2024, 16:49 WIB
Pajak Hiburan Tetap Melambung, Inul Daratista Sebut Tempat Karaoke Keluarga Pelan-pelan Akan Mati dan Hilang

AKURAT JAKARTA - Inul Daratista, penyanyi dangdut yang begitu keras memprotes kenaikan pajak hiburan,  memperkirakan bisnis karaoke keluarga sudah tidak punya masa depan untuk berkembang.

Inul Daratista mengatakan pengusaha karaoke keluarga tidak akan sanggup dibebani pajak hiburan sebesar 40 hingga 75 persen.

"Karaoke keluarga alon alon juga dah pada ilang (seben)tar lagi. Enak wis gak usah bayar sekalian. Ruwet amat," kata Inul Daratista di Instagram, Rabu (17/1/2024).

Inul Daratista pun akhirnya memilih pasrah dan mempertimbangkan untuk menutup tempat usahanya tersebut.

Baca Juga: Viral Habib Bahar Ngamuk! Tenteng Pedang dan Hendak Bunuh Sekelompok Preman yang Mau Serang Pesantren Miliknya, Begini Penjelasan Pengacaranya



"Sak karepmu wis. Paling juga tak tutup pelan-pelan, buyar! Repot amat," kata Inul Daratista.

Menurut Inul, menutup bisnis karaoke merupakan pilihan paling masuk akal ketika digencet pajak hiburan yang begitu tinggi.

"Enak wis gak mikirin pegawai, gak perlu bayar juga kan?," terang Inul.

Inul menyatakan demikian merespon kebijakan Pemerintah yang berkukuh memungut pajak hiburan sebesar 40 hingga 75 persen.

Baca Juga: Resep Soto Babat Bali: Cita Rasa Rempah Yang Kuat, Wajib Kamu Coba

Padahal, Inul menegaskan tarif tersebut kelewat mencekik leher para pengusaha karaoke.

Sebelumnya, Inul Daratista memprotes keras kenaikan pajak hiburan sebesar 40 hingga 75 persen di sosial media.

Inul Daratista mempertanyakan hitung-hitungan Pemerintah dalam menentukan kenaikan pajak hiburan.

"Baca ini kok aku jadi heran yo. Gak mematikan gimana? 40-75 itungane piye?," kata Inul Daratista di akun Instagram, Kamis (11/1/2024).

Inul bahkan men-tag akun Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno.

"Bapak mah duite trilyunan gak kuatir. Lah kita bikin bisnis aja masih muter duitnya Bank. Memajukan UMKM sih oke, tapi jangan membunuh pengusaha yang berusaha hidup untuk manusia-manusia yang hidupnya bergantung juga sama kita," jelas Inul yang mengaku akibat Covid-19 dirinya terpaksa memangkas jumlah karyawan dari 9 ribu menjadi 5 ribu orang. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.