Jakarta

Tips yang Tepat Memilih Helm untuk Perempuan Berhijab

Yudi Permana | 22 Mei 2024, 06:00 WIB
Tips yang Tepat Memilih Helm untuk Perempuan Berhijab

Helm menjadi salah satu aksesoris penting yang wajib digunakan oleh para pengendara motor. Selain menjadi pelindung kepala, helm juga menjadi aksesoris yang menunjang penampilan pengendara motor. Karena, helm ini tersedia dalam berbagai macam jenis, model, dan ukuran.

Khusus bagi para perempuan berhijab, pemilihan helm yang tepat menjadi hal yang sangat penting dilakukan. Hal ini diperlukan untuk mencegah kepala terasa pusing dan membuat tetap nyaman selama menggunakan helm. Selain itu, helm yang tepat juga bisa menjaga hijab tetap rapi setelah helm dilepaskan.Baca Juga: Tak Pakai Helm, Pelajar Tewas Kecelakaan Maut Jatuh dari Motor di Jalan Raya

Karena itu, khusus bagi para perempuan berhijab memilih helm tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Nah, untuk memilih helm untuk perempuan berhijab sendiri ada beberapa tips tepat yang bisa digunakan.

Apa saja tips tersebut? Langsung saja simak selengkapnya di bawah ini.

Tips memilih helm untuk perempuan berhijab

Umumnya, perempuan yang berhijab akan menggunakan cepol atau ikatan rambut pada bagian belakang kepala untuk membuat hijab terlihat rapi dan menyimpan rambut agar tidak terlihat. Cepol atau ikatan rambut tersebut biasanya akan menimbulkan sensasi pusing saat menggunakan helm yang biasa. Karena itu, perempuan berhijab harus memilih helm yang tepat seperti berikut:

1. Pilih helm dengan bagian belakang yang lebih pendek

Helm yang didesain bagian belakangnya lebih pendek akan membuat cepol maupun ikatan rambut perempuan berhijab tidak saling menekan dengan helm. Selain tidak menimbulkan rasa berat yang berlebih, pada bagian bawah kepala, ikatan rambut dan penataan hijab menjadi tidak mudah rusak.

2. Pilih helm dengan ukuran yang lebih besar

Selain dengan helm yang bagian belakangnya lebih pendek, helm dengan ukuran yang lebih besar juga disarankan bagi para perempuan berhijab.  Ukuran helm yang lebih besar dapat menyediakan space untuk bagian cepolnya agar tidak tertekan.

Para perempuan berhijab bisa memilih helm yang ukurannya satu tingkat lebih besar dari helm yang digunakan jika tanpa hijab. Contohnya, jika helm yang biasa digunakan memiliki ukuran M, maka bisa memilih ukuran satu tingkat yang lebih besar, yaitu L.Baca Juga: ADA ADA AJE: Gegara Helm Hilang, Nyawa Teman Melayang

3. Pilih padding yang tebal

Menggunakan helm yang berukuran lebih besar, tentu saja akan membuat bagian pipi jadi lebih longgar. Karena itu, untuk mengakalinya, bisa dilakukan dengan mengganti padding yang lebih tebal. Mengingat bagian ini adalah bagian helm yang removable, jadi besar kemungkinan padding pada helm ini bisa diganti sesuai dengan kebutuhan.

4. Pastikan helm memiliki sirkulasi udara yang baik

Selain beberapa tips di atas, perempuan berhijab para perempuan berhijab juga bisa memastikan helm memiliki sirkulasi udara yang baik. Sirkulasi udara yang baik berarti menandakan bagian vent berfungsi dan bukan hanya sekedar hiasan saja.

Namun, pastikan juga vent tersebut telah dilengkapi lubang yang mencapai lapisan styrofoam. Helm dengan sirkulasi udara yang baik sangat penting agar kepala dan rambut perempuan berhijab tidak cepat lembab.

5. Pilih helm yang didesain khusus untuk perempuan berhijab

Tipis terakhir memilih helm yang tepat untuk perempuan berhijab adalah pilih helm yang didesain khusus oleh pabrikan untuk perempuan berhijab. Helm yang di desain khusus ini, biasanya terdapat cekungan pada bagian styrofoam yang berguna untuk tempat cepol atau ikat rambut agar tidak tertekan.

Salah satu helm yang memang didesain khusus untuk perempuan berhijab adalah produk dari CARGLOSS yaitu, CARGLOSS RETRO YRH HELM KHUSUS HIJAB

Nah, itulah tadi beberapa tips tepat yang bisa diterapkan dalam memilih helm yang cocok untuk perempuan berhijab.(*)

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.