Tumpukan Barang di Rumah Membuat Hati Stres hingga Frustrasi, Masalah Ini Bisa Anda Atasi dengan Teknik Decluttering

AKURAT JAKARTA - Tumpukan barang yang tidak terpakai membuat hati menjadi stres hingga frustrasi. Masalah ini bisa Anda atasi dengan teknik decluttering (menyortir).
Menyortir barang yang tidak digunakan dan memberi ruang pada barang yang benar-benar bermanfaat membuat keadaan rumah lebih rapi dan nyaman.
Berikut 7 cara sederhana di bawah ini.
Baca Juga: Sungai Ciliwung Meluap, 4 RT di Jakarta Timur Siang Ini Masih Terendam Banjir
1. Tetapkan area dan jadwal waktu
Lakukan decluttering sedikit demi sedikit. Mulailah dari area yang paling membutuhkan perubahan. Setelah satu area selesai, baru lanjutkan ke area lain.
Fokus decluttering per area, bisa membantu agar Anda tidak terlalu kelelahan.
Selain itu, tetapkan juga jadwal waktu setiap area yang ingin di decluttering. Mengingat jika rumah memiliki ruang yang sangat banyak, jadwal ini tidak harus selesai dalam satu hari, kok.
Baca Juga: Waduh, 2 Anggota DPR RI dan Puluhan Karyawan Parlemen Diduga Terlibat Judi Online
Misalkan Anda menjadwalkan decluttering satu ruangan setiap akhir pekan. Yang paling penting Anda mematuhi jadwal ini secara konsisten, ya.
2. Bagi menjadi beberapa kategori
Tetapkan beberapa kategori saat proses decluttering agar lebih efektif dan efisien. Misalnya membagi kategori untuk barang simpan, donasi, jual, atau buang.
Menentukan kategori di awal akan membuat proses decluttering menjadi lebih terorganisir. Barang-barang yang disortir dapat langsung terkumpul sesuai kelompok kategori yang telah ditentukan.
Baca Juga: Sungai Ciliwung Meluap, 4 RT di Jakarta Timur Siang Ini Masih Terendam Banjir
3. Siapkan wadah khusus
Siapkan tempat khusus baik untuk barang-barang declutter maupun barang-barang yang masih Anda gunakan. Setiap menyortir barang, Anda bisa langsung memasukkan ke wadah sesuai kategori yang Anda buat di awal.
Gunakan kotak karton yang memiliki tutup untuk meletakkan barang declutter agar mudah dipindah-pindahkan.
Sedangkan, untuk barang-barang yang memang masih dipakai, bisa Anda maksimalkan di ruang penyimpanan yang ada.
Misalkan menggunakan kotak penyimpanan yang unik, kantong dinding, partisi, dan tempat penyimpanan lain sesuai kreativitasmu.
4. Lakukan pemilahan barang
Pemilahan barang berdasarkan kategori yang Anda tentukan bisa memakan waktu lama. Pasalnya, barang-barang tersebut pastinya memiliki ikatan emosional dengan kita, sehingga kebimbangan akan muncul saat kita memilah barang tersebut.
Untuk mengatasi hal ini, coba bantu dengan beberapa pertanyaan. Apakah barang ini masih berguna? Jika Anda masih membutuhkannya untuk keperluan sehari-hari maka pertahankan.
Apakah barang itu indah? Tentunya kita tak hanya ingin rumah bebas dari berantakan, namun juga enak dipandang. Jika Anda menyukai keindahan barang tersebut maka masih layak untuk dipertahankan.
Apakah barang itu sentimental? Pertanyaan ini mungkin menjadi yang paling sulit untuk dijawab. Banyaknya barang pemberian dari orang terdekat sangat sayang jika harus disingkirkan, bukan? Nah, walaupun bimbang, keputusan tetap ada di tangan Anda.
5. Rapikan kembali ruangan
Setelah proses pemilahan selesai, jangan lupa untuk menata kembali ruangan yang telah Anda decluttering. Bersihkan dan atur barang-barang agar tertata rapi kembali.
Buat penataan dengan dekorasi simpel agar barang tidak berantakan lagi. Dengan begitu, ruangan jadi lebih nyaman dengan suasana baru yang berbeda dari sebelumnya.
6. Beri label agar tertata rapi
Ingin tempat penyimpanan tetap terlihat rapi? Salah satu solusinya adalah dengan menempelkan label pada setiap kotak penyimpanan barang.
Selain menambah elemen visual, memberi label memudahkan Anda saat mencari barang itu kembali. Sehingga meminimalisir kemungkinan munculnya kekacauan barang di ruangan.
7. Rencanakan sesi selanjutnya
Decluttering tidak hanya dilakukan sampai di sini. Anda harus membiasakan diri untuk merapikan rumah secara teratur.
Rencanakan sesi decluttering selanjutnya secara rutin misalkan tiga bulan sekali, satu bulan sekali, atau minimal seminggu sekali. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano di La Liga, 20 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Memutus Rekor Buruk?
- 2Prediksi Skor Fenerbahce vs Slavia Praha di UCL, 20 Oktober 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Istanbul
- 3Prediksi Skor Sabah FK vs Borussia Dortmund di UCL, 20 Oktober 2026: Mampukah The Owls Memperpanjang Tren Buruk Die Borussen?
- 4Prediksi Skor AC Monza vs Cagliari di Serie A, 19 Oktober 2026: Tuan Rumah Terancam oleh Ketangguhan Rossoblu
- 5Prediksi Skor Parma vs Torino di Serie A, 20 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Tuan Rumah di Tengah Ancaman Granata
- 6Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City di Premier League, 20 Oktober 2026: Mampukah Spurs Akhiri Paceklik Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Lille vs Galatasaray di UCL, 21 Oktober 2026: Duel Dua Tim Tanpa Poin di Pierre Mauroy
- 8Prediksi Skor Club Brugge vs RC Lens di UCL, 22 Oktober 2026: Ujian Konsistensi Usai Kejutan di San Siro
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






