Jakarta

Disebut Banyak yang Nganggur, Begini 5 Cara Gen Z Agar dapat Mempengaruhi Bisnis dan Dunia Kerja

Hawa E. Azhari | 23 Oktober 2024, 02:36 WIB
Disebut Banyak yang Nganggur, Begini 5 Cara Gen Z Agar dapat Mempengaruhi Bisnis dan Dunia Kerja

AKURAT JAKARTA - Generasi Z cukup mendominasi populasi masyarakat Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, jumlah Generasi Z di Indonesia sekitar 60 juta orang.

Jumlah tersebut mewakili sekitar 22% dari total 278,69 juta populasi Indonesia.

Baca Juga: Peningkatan Inspeksi Port State Control dan Fokus Area Pemeriksaan kepada Kapal yang berlayar Internasional

Tentu dengan jumlah yang cukup banyak, gen Z memiliki peran dan dampak yang cukup besar di dunia kerja, terutama bagi perusahaan atau bisnis.

Apalagi ditambah dengan gen Z yang melek teknologi dan multi talenta.

Lalu bagaimana cara gen Z mempengaruhi sebuah bisnis atau perusahaan?

Dilansir dari Webanywhere, berikut penjelasannya!

Baca Juga: 10 Hal yang Bisa Bikin Tidur Nyenyak, Penting untuk Kesehatan Fisik dan Mental

1. Mereka Selalu Fokus pada Nilai

Suatu perusahaan atau bisnis tidak bisa lagi mengambil jalan pintas dengan hanya berfokus pada strategi penjualan dan pemasarannya.

Mereka harus memberikan nilai nyata kepada karyawannya. Misalnya, kamu akan melihat banyak usaha kecil menjalankan blog tempat mereka berbagi tips dan saran bermanfaat tentang industri dan produk atau layanan mereka.

2. Mereka memiliki keterampilan kolaboratif yang kuat

Baca Juga: PSN di Tangerang Utara Gunakan Lahan Hutan Lindung Milik Pemerintah, Maesyal Rasyid Sebut Bakal Serap Tenaga Kerja

Meskipun generasi milenial memiliki gelar sarjana terbanyak, Gen Z lebih memilih rekan kerja yang tahu cara berkolaborasi dan bekerja keras.

Mereka lebih suka mempekerjakan seseorang yang bersedia bekerja dengan mereka dan melakukan yang terbaik dalam pekerjaannya daripada seseorang yang bekerja sekeras mereka.

Ada juga peluang bagi pengusaha untuk memperhatikan revolusi kolaborasi ini dan memberi mereka alat dan teknologi yang memfasilitasi lingkungan kerja tersebut.

3. Mereka lebih suka mengadopsi dan menggunakan teknologi baru

Baca Juga: Farhat Abbas Sebut Agus Salim Terpaksa Serahkan Uang Donasi Karena Ada Ancaman Hingga Sindir Yayasan Pratiwi Noviyanthi Bodong

Tumbuh di lingkungan digital, mereka selalu merasa perlu untuk terus-menerus mendapatkan umpan balik, suka, komentar, dan bagikan.

Hal ini juga berarti mereka mempunyai lebih sedikit kesempatan untuk berpartisipasi. Dan kemampuan ini dapat melampaui intranet modern atau platform pesan instan.

Oleh karena itu, masa depan tempat kerja mungkin mencakup VR, robotika, atau perangkat yang dapat dikenakan.

4. Mereka selalu ingin transparan.

Bagi Gen Z, sangat penting bagi perusahaan untuk mencerminkan keterbukaan mereka lebih dari apa pun.

Baca Juga: Penahanan Guru Honorer di Konawe Selatan Sulteng Ditangguhkan, Supriyani Sebut Dipaksa Mengaku Pukul Murid Oleh Polisi

Ini berarti mereka tidak berpura-pura bahwa mereka sempurna, padahal sebenarnya tidak. Mereka mendiskusikan kekurangan mereka dan rencana masa depan untuk meningkatkan produk atau proses ketika masalah muncul.

5. Mereka menuntut lebih banyak personalisasi

Bagi Gen Z, karier mereka harus dipersonalisasi dan tidak menawarkan sesuatu yang biasa-biasa saja.

Faktanya, untuk menarik generasi ini, pemberi kerja harus menawarkan kurikulum atau program pelatihan yang kuat dan berfokus pada keberagaman.

Baca Juga: Warga Lampung Merapat! Denny Caknan, Guyon Waton hingga Adrian Khalif Bakal Bikin Ambyar HOMPIMPA x G-FEST di Way Halim, Catat Tanggalnya

Pengusaha juga dapat mempertimbangkan untuk menawarkan program magang dan menghubungkannya dengan peran yang sesuai dalam organisasi atau perusahaan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.