Sebut Buruh Pabrik "Hinyai", Psikolog Lita Gading Tegas Beri Teguran ke Orang Tua Ara

AKURAT JAKARTA - Influencer cilik, Ara kembali menuai kontroversial usai mengucapkan kata-kata yang dianggap merendahkan para pekerja pabrik.
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Ara terlihat meminta pelembab kepada sang ibu.
Dilanjut reaksi sang ayah yang menanyakan untuk apa meminta pelembab tersebut.
Namun diluar dugaan, Ara justru mengucapkan kata-kata yang memicu kecaman.
Ara mengatakan bahwa ia tidak ingin memiliki kulit yang "hinyai" seperti para buruh pabrik.
"Biar kulitnya ga hinyai, biar gak kaya teteh-teteh bubaran pabrik pak, mukanya hinyai (kucel)," tutur Ara.
Baca Juga: Viral, Pemuda di Bangil Pasuruan Buka Usaha Jasa Penukaran Uang Baru, Total Sampai 2 Miliar!
Ucapan tersebut lantas langsung dianggap merendahkan.
Banyak warganet mengecam ucapan Ara hingga reaksi orang tuanya yang tidak memiliki empati terhadap pekerjaan orang lain.
Kejadian itu pun bukan hanya sekali, netizen rupanya dibuat kaget saat mengetahui ada video serupa yang menghina profesi orang lain.
Dimana Ara terlihat menutup hidung saat menaiki delman dan mengatakan sang kusir memiliki bau badan.
"Bau kelek" katanya.
Melihat viralnya video Ara, pakar psikolog, Dr. Lita Gading ikut merespon ucapan sang bocah.
Dimana dalam unggahan media sosialnya, ia menyebut bahwa Ara sedang dieksploitasi oleh orang tuanya.
Menurutnya, Ara yang berusia 5 tahun tersebut tak harusnya digunakan sebagai alat untuk mencari engagement di media sosial.
Apalagi dengan ucapan yang beberapa kali menimbulkan kontroversial, orang tua seharusnya langsung menegur bukan ikut tertawa.
"Orang tuanya malah mendukung malah ketawa, jadi sekali lagi kalau orang tuanya begini terus saya akan laporkan ke perlindungan anak karena ini sudah merupakan sebuah eksploitasi anak," tuturnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Raker HAPPI Jatim 2026, Prof Zainul Hidayah Terpilih Jadi Ketua
- 2Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di La Liga, 10 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Rekor Buruk?
- 3Legislator Golkar Andri Santosa Ingatkan Peningkatan Modal BUMD Harus Berdampak Nyata bagi Publik
- 4Legislator Golkar Dadiyono Ungkap Warga Mulai Apatis terhadap PTSL, Pilih Urus Sertifikat Sendiri
- 5Keren! Dari Keluarga Prasejahtera ke Kancah Dunia: 7 Mahasiswa Berprestasi Dilepas Bupati Tangerang Kuliah Gratis ke Tiongkok
- 6Meski Sudah Diresmikan, 3 Stasiun LRT Jakarta Fase 1B Belum Bisa Beroperasi, Ini Penjelasan Dishub DKI
- 7Hadiri Festival Indonesia 2026 di Korea Selatan, Wagub Rano Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta - Seoul
- 8Prediksi Skor Mainz 05 vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Duel Sengit di Mewa Arena
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





