Jakarta

Tak Sekadar Libur, Inilah Makna dan Tradisi Tahun Baru Islam 2025

Zainal Abidin | 24 Juni 2025, 20:00 WIB
Tak Sekadar Libur, Inilah Makna dan Tradisi Tahun Baru Islam 2025

AKURAT JAKARTA - Tanggal 27 Juni 2025 tak hanya sekadar hari Jumat biasa.

Pada hari itu, Indonesia memperingati 1 Muharram 1447 Hijriah, momen penting dalam kalender Islam yang juga menjadi hari libur nasional.

Keputusan tersebut diumumkan oleh Dirjen Bimas Islam, Arsad Hidayat, dalam pernyataan resmi pada Kamis, 12 Juni 2025.

Baca Juga: JBL Festival 2025: Menghadirkan Slank, Ari Lasso, Tiara Andini, Kotak, dan Wisnhu Santika di Istora Senayan, Cek Tanggal dan Harga Tiketnya!

Namun, penentuan 1 Muharram tidak dilakukan asal-asalan.

Pemerintah mengandalkan dua metode ilmiah yang sudah lama dipakai dalam penanggalan Islam: hisab dan rukyat.

Saat pengamatan hilal dilakukan pada 29 Zulhijah 1446 H (25 Juni 2025), posisi hilal ternyata belum memadai.

Baca Juga: Warga Brebes Merapat! 20 Artis dan Musisi Nasional Bakal Goyang Alun-alun pada Sabtu 28 Juni 2025 Akhir Pekan Ini, Gratis!

Ketinggiannya berada pada kisaran minus hingga nol derajat, sementara elongasi pun belum mencapai syarat minimum.

Akibatnya, bulan Zulhijah digenapkan jadi 30 hari, dan 1 Muharram pun resmi ditetapkan pada 27 Juni.

Yang menarik, libur ini jatuh di hari Jumat, membuka peluang liburan panjang selama tiga hari bersama Sabtu dan Minggu.

Baca Juga: Catat! Cara Dapatkan Tiket Gratis Pestapora 2025, Hadirkan Banyak Musisi Papan Atas Indonesia

Momen ini tak hanya jadi waktu istirahat, tapi juga kesempatan mengenal tradisi religi Nusantara yang kaya makna.

Misalnya, di Aceh akan ada pawai obor yang melintasi kampung-kampung, membawa semangat baru.

Di Banten, pengajian akbar dan ziarah makam ulama menjadi kegiatan sakral.

Baca Juga: Annual Pass Dufan, Tiket Sakti untuk Masuk Gratis 365 Hari

Lain halnya di Cirebon dan Padang, di mana warga berkumpul membuat bubur Asyura, tradisi yang melambangkan kebersamaan dan berbagi rezeki.

Tahun Baru Islam memang bukan perayaan meriah seperti pergantian tahun masehi, tapi maknanya justru lebih dalam, sebagai momen muhasabah, refleksi, dan penguatan nilai-nilai spiritual.

Dan tahun ini, kita bisa merasakannya sambil menikmati liburan penuh makna. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.