Jakarta

Pacu Jalur Diklaim Milik Malaysia Usai Viral Karena Pesona Tarian Aura Farming, Kepala Dinas Pariwisata Riau: Bukan Milik Malaysia

Titania Isnaenin | 7 Juli 2025, 22:43 WIB
Pacu Jalur Diklaim Milik Malaysia Usai Viral Karena Pesona Tarian Aura Farming, Kepala Dinas Pariwisata Riau: Bukan Milik Malaysia

 

 

AKURAT JAKARTA - Tradisi Pacu Jalur akhir-akhir ini menjadi sorotan warga media sosial dunia usai seorang penari laki-laki diatas haluan jalur yang disebut Togak Luan menarik perhatian netizen.

Bocah laki-laki yang belakangan diketahui bernama Dika tersebut dikenal karena dianggap miliki pancaran aura farming.

Sebuah istilah yang beken dikalangan gen Z dan gen Alpha untuk menyebut seseorang yang dianggap punya karisma tertentu tanpa harus berusaha keras.

Baca Juga: Istri Menteri UMKM, Agustina Hastarini Mengaku Tak Tahu Soal Surat Permohonan Pendampingan Dirinya ke Eropa

Video tersebut lantas viral lengkap diiringi dengan lagu berjudul "Young, Black and Rich".

Dimana tarian khas Dika sang pionir aura farming dalam pacu jalur tersebut banyak ditirukan pengguna media sosial.

Namun, ditengah viralnya budaya pacu jalur, beberapa warganet mengklaim bahwa tradisi ini berasal dari Malaysia.

Baca Juga: Buntut Surat Permohonan Pendampingan ke Eropa, KPK Buka Peluang Panggil Istri Menteri UMKM

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Roni Rakhmat langsung turun tangan dan menanggapi anggapan tersebut.

Melalui keterangan resminya, Roni dengan tegas menyebut bahwa pacu jalur merupakan tradisi turun temurun dari masyarakat Kuansing.

Adapun ia menambahkan bahwa claiming budaya pacu jalur tersebut dikarenakan kedekatan budaya Riau dengan Malaysia yang masih satu rumpun Melayu.

Baca Juga: Sedang Viral dan Mendunia Tren Aura Farming, Lomba Pacu Jalur di Tepian Narosa Teluk Kuantan Bakal Digelar 20-24 Agustus 2025

“Pacu Jalur adalah tradisi turun-temurun masyarakat Kuantan Singingi. Ini bukan budaya Malaysia. Klaim itu muncul karena kedekatan budaya antara Riau dan Malaysia yang sama-sama berada dalam rumpun Melayu,” ujar Roni dalam keterangan resminya, Senin (7/7).

Secara antusias Roni menyebut bahwa tradisi asli Indonesia seperti Pacu Jalur rupanya mampu menjadi daya Tarik global.

Yang mana tentu saja hal ini mampu menjadi magnet datangnya wisatawan lokal dan mancanegara.

“Budaya lokal kita punya daya tarik universal dan bisa dikenal secara global,” ungkap Roni Rakhmat seperti dikutip dari Media Center. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.