Jakarta

Tinggi Badan Anak Berbeda dari Teman Sebaya, Ini yang Perlu Diperiksa

Anggerhana Denni Rahmawati | 29 September 2026, 06:30 WIB
Tinggi Badan Anak Berbeda dari Teman Sebaya, Ini yang Perlu Diperiksa
Ilustrasi mengukur tinggi badan anak. - Magnific

AKURAT JAKARTA - Melihat anak lebih pendek dibandingkan teman seusianya kerap membuat orang tua khawatir.

Namun, perbedaan tinggi badan tidak selalu menandakan gangguan pertumbuhan.

Hal yang lebih penting adalah memastikan tinggi badan anak bertambah sesuai tahapan usianya melalui pengukuran secara berkala.

Salah satu bagian tubuh yang berperan dalam proses tersebut adalah growth plate atau lempeng pertumbuhan, yaitu area di ujung tulang yang memungkinkan tulang bertambah panjang selama masa pertumbuhan.

Perhatikan pertambahan tinggi badan anak

Menurut dr. Patar Parmonangan Oppusunggu dari Mayapada Hospital Tangerang, gangguan pada lempeng pertumbuhan akibat cedera atau kondisi tertentu dapat membuat pertumbuhan tulang tidak optimal.

Orang tua perlu memperhatikan jika tinggi badan anak tidak bertambah sebagaimana mestinya.

Perbedaan panjang antara tungkai kanan dan kiri juga dapat menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Meski begitu, tinggi badan yang lebih pendek dari teman sebaya tidak bisa langsung dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya gangguan pertumbuhan.

Gunakan kurva pertumbuhan untuk memantau anak

Baca Juga: Tak Selalu Hafalan, 17 Siswa MAN 2 Makassar Borong Medali di Olimpiade Kimia Internasional 2026

Dokter spesialis anak dr. Eddy Fadlayana dari Mayapada Hospital Bandung menjelaskan bahwa pertumbuhan anak perlu dipantau melalui pengukuran tinggi atau panjang badan secara berkala.

Hasil pengukuran kemudian dibandingkan dengan kurva pertumbuhan World Health Organization (WHO), yang memperhitungkan usia dan jenis kelamin anak.

Penilaian ini menggunakan Z-score untuk melihat posisi pertumbuhan anak dibandingkan standar WHO.

Pada indikator tinggi badan menurut usia, nilai di bawah -2 dapat mengindikasikan stunting dan perlu dievaluasi lebih lanjut.

Karena itu, orang tua sebaiknya tidak hanya menilai tinggi badan anak berdasarkan perbandingan dengan teman sekelasnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.