Terkuak, Sejarah Penamaan Virus Nipah dari Desa di Malaysia Bukan India

AKURAT JAKARTA - Asal-usul nama virus Nipah kembali menjadi perhatian seiring meningkatnya pembahasan penyakit ini di tingkat global.
Nama Nipah ternyata bukan berasal dari India seperti yang kerap disangka sebagian orang.
Asal-usul nama virus Nipah justru berkaitan erat dengan bahasa Melayu dan lokasi awal ditemukannya wabah tersebut.
Baca Juga: Jangan di Rumah Saja! Ini 5 Event Seru Jakarta Akhir Pekan yang Bisa Dikunjungi
Informasi ini penting buat kamu yang ingin memahami sejarah penyakit menular secara lebih utuh, bukan hanya dari sisi medis, tetapi juga latar belakang penamaannya.
Penjelasan mengenai asal muasal istilah “Nipah” disampaikan langsung oleh Adjunct Professor dari Griffith University, Prof Tjandra Yoga Aditama.
Ia menekankan bahwa penamaan virus sering kali merujuk pada lokasi geografis tempat kasus pertama teridentifikasi.
Baca Juga: Mengenal Sejarah Gas Tertawa dari Dunia Medis hingga Disalahgunakan
“Nama virus Nipah ini bukanlah bahasa India, ini adalah bahasa Melayu yang kita kenal bersama,” ujar Prof Tjandra dalam keterangan resminya, dikutip dari Antara, Senin (9/2/2026).
Menurut Prof Tjandra, temuan tersebut didasarkan pada investigasi epidemiologi menyeluruh.
Klaster awal infeksi tercatat muncul pada akhir September 1998 di sekitar Kota Ipoh, Negara Bagian Perak, Malaysia.
Baca Juga: Teluk Hantu: Dibalik Namanya yang Seram, Menjadi Destinasi Wisata Menenangkan
Pada fase awal, penyakit ini belum dikenali secara pasti sehingga sempat membingungkan tenaga kesehatan setempat.
Tak lama berselang, klaster kedua ditemukan di dekat Kota Sikamat, Negara Bagian Negeri Sembilan, pada rentang Desember 1998 hingga Januari 1999.
Saat itu, gejalanya diduga menyerupai Japanese Encephalitis (JE).
Baca Juga: Bahaya Tersembunyi Vape, Ancaman Penyakit Langka Popcorn Lung Mengintai Paru-Paru
Karena kemiripan tanda klinis, banyak kasus awal salah teridentifikasi sebagai penyakit tersebut.
Selain itu, penyakit ini juga sempat dikaitkan dengan virus Hendra.
Dugaan tersebut diperkuat laporan ilmiah dalam jurnal morbidity and mortality weekly report (MMWR) berjudul “Outbreak of Hendra-Like Virus-Malaysia and Singapore, 1998–1999” yang terbit pada April 1999.
Baca Juga: Pantai Menganti Kebumen, Surga Petualangan Alam yang Tak Pernah Membosankan
Namun, setelah penelitian lanjutan, para ahli menyimpulkan bahwa agen penyebabnya berbeda dan merupakan virus baru.
Situasi berubah ketika klaster ketiga muncul dan berkembang menjadi wabah terbesar.
Pusat penyebarannya berada di Kampung Sungai Nipah, Bukit Pelandok, serta wilayah sekitar Port Dickson, Negeri Sembilan.
Baca Juga: PIK Sulap Imlek 2026 Jadi Festival Budaya Raksasa, Wajib Kamu Datangi
Pemerintah setempat kemudian memberlakukan karantina wilayah atau lockdown guna menekan penularan.
Dari lokasi inilah penelitian mendalam dilakukan.
Data lapangan menunjukkan adanya infeksi virus yang sebelumnya belum pernah tercatat dalam literatur medis.
Baca Juga: Awal Puasa Tetap Kerja, Tapi Lebaran Liburnya Panjang! Cek Jadwal Lengkapnya
Karena ditemukan pertama kali di daerah tersebut, virus baru ini akhirnya dinamai sesuai nama desa setempat, yakni Nipah.
“Buku Nipah Virus Infection terbitan dari WHO Southeast Asia Regional Office tahun 2008 juga menyebutkan, penamaan virus ini menunjukkan pada desa di Malaysia di mana virus ini resmi ditemukan,” tutup ujar Prof Tjandra.
Penjelasan ini memberi gambaran bahwa penamaan penyakit sering kali berkaitan dengan sejarah lokasi penemuan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 7Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 8Prediksi Skor AC Milan vs Ferencvaros di UEL, 6 November 2026: Momentum Derby Jadi Modal Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






