Terungkap! Bahaya Menggoreng dengan Minyak Bekas yang Tak Pernah Kamu Duga

AKURAT JAKARTA - Menggunakan minyak goreng bekas pakai berulang kali adalah kebiasaan yang umum dilakukan di banyak rumah tangga.
Dengan alasan penghematan atau sekadar karena tak ingin membuang sisa minyak, kamu mungkin sering mengulanginya tanpa menyadari risikonya.
Padahal, menggoreng dengan minyak bekas lebih dari empat kali bisa menyebabkan kerusakan pada organ tubuhmu, lho.
Baca Juga: Malam Ini! Konser Gratis Denny Caknan di Purwodadi, Catat Lokasinya di Sini Ambyar Bareng
Kebiasaan ini tak hanya membuat rasa makanan berubah, tapi juga menimbulkan dampak serius bagi kesehatan.
Jennifer Pallian, seorang ahli gizi dan penulis sains pangan, mengungkap bahwa pemanasan minyak berkali-kali akan menguras nutrisi penting seperti vitamin dan antioksidan.
Bahkan lebih berbahaya, minyak yang dipanaskan ulang bisa membentuk senyawa toksik yang memicu peradangan dan kanker.
Baca Juga: Lee Si Young Umumkan Kehamilan Anak Keduanya Usai Bercerai dari Mantan Suami
Hal ini sejalan dengan temuan dalam Journal of Biological Chemistry yang menyebut bahwa minyak goreng yang dipanaskan ulang dapat menyebabkan gangguan komunikasi antara hati, usus, dan otak.
Penelitian tersebut dilakukan pada lima kelompok tikus dengan diet berbeda, termasuk yang mengonsumsi minyak wijen dan minyak bunga matahari bekas pakai.
Hasilnya mengejutkan: terjadi peningkatan stres oksidatif dan peradangan parah pada jaringan hati serta kerusakan pada usus besar.
Menurut Alyssa Simpson, seorang ahli gizi lainnya, minyak yang dipanaskan berulang bisa menghasilkan reactive oxygen species (ROS) yang merusak sel-sel otak dan mempercepat neurodegenerasi.
Jadi, meskipun terlihat sepele, kebiasaan ini bisa menimbulkan konsekuensi serius yang mungkin baru kamu sadari di kemudian hari.
Kalau kamu sayang pada tubuhmu, sebaiknya mulai kurangi penggunaan minyak bekas.
Lebih baik kamu memilih metode memasak yang lebih sehat atau menggunakan minyak dengan titik asap tinggi yang lebih stabil saat dipanaskan.
Kesehatan memang bukan sesuatu yang langsung terasa manfaatnya hari ini, tapi dampaknya akan sangat berarti untuk masa depanmu. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Getafe di La Liga, 25 Oktober 2026: Mampukah Los Leones Akhiri Tren Negatif?
- 2Prediksi Skor Cagliari vs Bologna di Serie A, 24 Oktober 2026: Siapakah yang Akan Kembali ke Jalur Kemenangan?
- 3Prediksi Skor Atalanta vs Frosinone di Serie A, 25 Oktober 2026: Misi La Dea Menghentikan Kejutan Tim Promosi
- 4Prediksi Skor Genoa vs Venezia di Serie A, 25 Oktober 2026: Mampukah Lagunari Lanjutkan Kejutan?
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Newcastle United di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Eagles Manfaatkan Kerapuhan Pertahanan The Magpies?
- 6Prediksi Skor Real Sociedad vs Levante di La Liga, 26 Oktober 2026: Mampukah La Real Lanjutkan Tren Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Hoffenheim vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 25 Oktober 2026: Duel Sengit di PreZero Arena
- 8Prediksi Skor Hull City vs Brentford di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Tigers Hentikan Ketajaman The Bees?
- 9Kekurangan 464 Ribu Guru, CPNS 2027 Buka Peluang bagi Fresh Graduate
- 10Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih





