Rahasia Hilangkan ‘Bau Orang Tua’ dari Dalam Tubuh: Jamur Jadi Kuncinya!

AKURAT JAKARTA - Bau tubuh khas lansia sering dianggap sebagai bagian tak terhindarkan dari proses penuaan.
Namun, menurut pakar umur panjang, Leslie Kenny, masalah ini sebenarnya bisa dicegah—bahkan diatasi—dari dalam tubuh dengan bantuan makanan super: jamur.
Mengapa Bau Orang Tua Terjadi?
Dalam penjelasannya kepada New York Post, Kenny menyebutkan bahwa bau orang tua berasal dari proses yang disebut peroksidasi lipid di permukaan kulit.
Proses ini menghasilkan senyawa 2-nonenal, yaitu sebum yang mengalami "karat".
"Bau orang tua berasal dari peroksidasi lipid di atas kulit. Dan jika Anda tidak memiliki cukup antioksidan, bau itu akan menumpuk, dan karena kita tidak mendapatkan banyak pergantian sel seiring bertambahnya usia, bau tersebut akan bertahan," kata Leslie Kenny, pendiri Oxford Healthspan dan pelatih bersertifikat Bulletproof, dilansir dari New York Post, Senin (14/07).
Menurut Kenny, menurunnya pertahanan antioksidan alami kulit membuat senyawa 2-nonenal terus diproduksi. Bau ini tak bisa diatasi dengan mandi atau parfum.
"Anda tidak bisa menutupinya dengan parfum. Parfum hanya melapisi di atasnya, dan memberikan semacam bau apek," tutur Kenny menegaskan.
"Anda tidak bisa menghilangkannya dengan mandi lebih banyak karena sel-selnya tidak berganti dengan cukup cepat, dan lemak lipidnya tidak mudah terurai, jadi aromanya akan tetap ada," sambungnya.
Selain itu, penuaan juga ditandai dengan penurunan hormon dan melambatnya pergantian sel, dua hal yang memperparah bau khas ini.
Baca Juga: BMKG Prakirakan Cuaca Jakarta Cerah, Warga Diimbau Tetap Waspada Perubahan Dinamis
Jamur, Solusi Alami dari Dalam Tubuh
Leslie Kenny menyarankan pendekatan dari dalam untuk mengatasi bau tersebut, yaitu melalui konsumsi makanan kaya nutrisi, terutama jamur.
"Apa yang ingin Anda lakukan adalah menyingkirkannya dari dalam ke luar," ujar Kenny.
Jamur mengandung ergothioneine, antioksidan kuat yang menghentikan peroksidasi lipid sebelum bau berkembang.
Selain itu, ada juga kandungan spermidine, senyawa yang mendukung autophagy—proses alami tubuh dalam membersihkan sel-sel yang rusak dan memperbaruinya.
Autophagy penting untuk memperlambat penuaan, meningkatkan efisiensi metabolisme, dan menjaga elastisitas kulit.
Kenny merekomendasikan jamur shiitake dan jamur tiram sebagai pilihan terbaik karena kandungan nutrisinya yang tinggi.
"Saat kita mengalami perimenopause dan menopause, kami ingin mencoba memasukkan lebih banyak makanan kaya ergothioneine seperti jamur untuk mencegah timbulnya bau itu," katanya.
"Dan jika Anda lebih tua dan ingin menghilangkan bau tersebut, jamur adalah pilihan yang tepat karena, sekali lagi, jamur mengandung spermidine yang akan membantu pergantian sel yang lebih cepat," jelasnya.
Baca Juga: Pulau Sepa: Surga Tropis yang Tersembunyi di Kepulauan Seribu
Manfaat Tambahan Konsumsi Jamur
Tidak hanya membantu mengatasi bau orang tua, konsumsi jamur juga berkontribusi terhadap kesehatan secara menyeluruh.
Penelitian menunjukkan jamur mampu memperlambat perkembangan kanker, menjaga tekanan darah, meningkatkan sensitivitas insulin, hingga melindungi otak dari kerusakan.
Beberapa studi bahkan menunjukkan hubungan positif antara konsumsi jamur dengan penurunan risiko kanker prostat dan kanker payudara.
Di Jepang dan Cina, ekstrak jamur juga rutin digunakan sebagai pendamping pengobatan kanker berkat kandungan vitamin D-nya yang tinggi dan penting untuk sistem kekebalan tubuh.
Meski penuaan adalah hal alami, bau khas lansia ternyata bukan sesuatu yang harus diterima begitu saja.
Dengan pendekatan nutrisi yang tepat, terutama melalui konsumsi rutin jamur kaya ergothioneine dan spermidine, tubuh bisa melawan proses kimia penyebab bau tersebut dari dalam.
Jadi, mulai hari ini, tidak ada salahnya menjadikan jamur sebagai sahabat baru dalam menu harian Anda. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 4Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 5Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 7Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 8Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





