Viral Diet Semangka Berhasil Turunkan Berat Badan, Ahli Gizi Beri Peringatan Keras

AKURAT JAKARTA - Tren diet ekstrem kembali meramaikan media sosial. Belakangan, diet semangka menjadi viral, di mana para pelakunya mengklaim dapat menurunkan berat badan secara instan.
Meski populer di TikTok, para ahli gizi tidak menganjurkan metode ini karena berpotensi membahayakan kesehatan.
Dilansir dari Women's Health, diet semangka mengharuskan seseorang hanya mengonsumsi semangka selama tiga hingga tujuh hari.
Baca Juga: Bikin Lupa Diet! Deretan Kuliner Khas Singapura yang Bikin Ketagihan
Meskipun beberapa orang mengizinkan tambahan protein rendah lemak, sebagian besar hanya mengandalkan buah ini sebagai sumber energi utama.
Mereka yang telah mencoba diet ini mengaku berhasil mengalami penurunan berat badan setelah melakukannya selama lima hari.
Namun, menurut ahli gizi Keri Gans, penurunan berat badan tersebut bukan berasal dari pembakaran lemak, melainkan hilangnya cairan tubuh dan massa otot.
Baca Juga: Manajer U-23 Zaki Iskandar Isyaratkan Tambahan Kekuatan Jelang Kualifikasi Piala Asia
"Anda kemungkinan dapat menurunkan berat badan, tetapi begitu Anda mulai makan makanan lain, semua berat badan itu akan kembali," tegas Gans.
Semangka memang kaya akan vitamin C, vitamin A, dan mengandung 90 persen air, yang membuat perut terasa kenyang dengan kalori rendah. Meski demikian, buah ini tidak bisa menjadi satu-satunya sumber nutrisi.
Para ahli memperingatkan, diet semangka dapat menyebabkan berbagai risiko kesehatan serius, seperti kekurangan protein dan lemak, kehilangan massa otot, gangguan elektrolit, pusing, kelelahan, hingga masalah pencernaan.
"Meskipun semangka adalah makanan sehat, tidak sehat untuk hidup hanya dengan semangka saja," tambah Gans.
Untuk menurunkan berat badan secara sehat dan berkelanjutan, para ahli menyarankan pola makan seimbang yang mencakup buah, sayur, protein, lemak sehat, dan karbohidrat kompleks.
Semangka dapat menjadi camilan yang menyegarkan, namun bukan sebagai satu-satunya sumber nutrisi. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 3Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 4Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 5Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 8Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!









