Cara Bijak Generasi Z Hadapi Kelelahan Digital Tanpa Tinggalkan Gadget

AKURAT JAKARTA - Generasi Z kini berada di garis depan dunia digital.
Dari bangun tidur hingga sebelum tidur lagi, kamu mungkin tidak pernah lepas dari gawai maupun internet.
Namun, di balik gaya hidup serba online itu, tersimpan ancaman serius yang disebut digital fatigue atau kelelahan digital.
Baca Juga: 6 Cara Sederhana Mendidik Anak Agar Lebih Percaya Diri
Fenomena ini diam-diam menjadi masalah baru yang menekan kesehatan fisik sekaligus mental generasi muda.
Menurut Taufiqur Rahman, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), kelelahan digital adalah kondisi saat tubuh dan pikiran kewalahan karena paparan perangkat digital terlalu intens.
“Secara sederhana, digital fatigue adalah kelelahan fisik dan psikis yang muncul karena penggunaan media digital terlalu intens,” ungkapnya, dikutip dari Antara.
Mahasiswa menjadi kelompok yang paling mudah terjebak dalam kondisi ini.
Bayangkan saja, hampir setiap hari mereka harus mengikuti kelas online, membaca materi di layar, mengerjakan tugas lewat laptop, sekaligus aktif di media sosial.
Akibatnya, bukan hanya konsentrasi yang menurun, tapi juga kesehatan mental ikut terganggu.
Baca Juga: Pameran World of Barbie Resmi Dibuka di Jakarta, Catat Tanggalnya!
Gejala yang sering muncul antara lain sulit fokus, mudah lelah, hingga keluhan fisik seperti pusing dan mata cepat tegang.
“Kalau sudah berlarut, bahkan bisa mengarah pada depresi,” tambah Taufiq.
Lebih jauh, derasnya arus informasi yang datang tanpa henti juga memperburuk situasi.
Generasi Z seakan terjebak dalam lingkaran tanpa jeda, di mana tubuh lelah dan pikiran tidak pernah benar-benar beristirahat.
Meski begitu, Taufiq menekankan bahwa teknologi digital tidak bisa kamu hindari, terutama di dunia pendidikan.
Jalan keluarnya bukan dengan menjauhi perangkat, melainkan mengatur keseimbangan.
Baca Juga: Tanda Orang Meninggal, Benarkah Tubuh Memberi Sinyal Alami?
Salah satu cara yang disarankan adalah digital detox—yakni membatasi waktu penggunaan gawai, memilih hanya aktivitas yang penting, serta menghindari scrolling tanpa tujuan.
Fenomena ini memberi pesan penting: kamu perlu lebih sadar dalam mengelola waktu bersama gawai.
Jika tidak, kelelahan digital bisa menjadi ancaman nyata yang merusak kesehatan fisik sekaligus mentalmu di masa depan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UNL, 28 September 2026: Duel Penentu Kemenangan Kedua di Yerevan
- 2Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe di UNL, 29 September 2026: Duel Ketat Minim Gol di Chisinau
- 3Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UNL, 28 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit di Tbilisi?
- 4Prediksi Skor Belgia vs Prancis di UNL, 29 September 2026: Tanpa Mbappe, Les Bleus Diuji di Brussels
- 5Prediksi Skor Turki vs Italia di UNL, 29 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Tertekan
- 6Prediksi Skor Irlandia Utara vs Hungaria di UNL, 29 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Lanjutkan Momentum Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Latvia vs Siprus di UNL, 28 September 2026: Duel Tim yang Sama-Sama Ingin Bangkit
- 8Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UNL, 28 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Ingin Bangkit
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



