8 Buah Khas Jakarta yang Semakin Langka dan Hampir Terlupa

AKURAT JAKARTA - Jakarta dikenal dengan kekayaan kuliner dari berbagai daerah Nusantara, namun ternyata kota ini juga memiliki buah-buahan khas yang kini semakin sulit ditemukan.
Dahulu, buah ini tumbuh subur di pekarangan rumah dan kebun warga. Kini, keberadaannya semakin tergerus oleh pembangunan dan jarang dikenal generasi muda.
Berikut 8 buah khas Jakarta yang semakin langka:
Baca Juga: 5 Manfaat Air Garam Hangat untuk Kesehatan, Murah dan Alami
1. Bisbul (Buah Mentega)
Buah berwarna jingga kemerahan ini punya daging lembut dengan rasa manis agak sepat.
Dulu banyak ditanam di halaman rumah, kini semakin sulit dicari.
2. Gowok (Kupa)
Buah kecil berwarna ungu tua ini memiliki rasa asam segar.
Anak-anak Betawi zaman dulu sering memakannya langsung atau dijadikan rujak.
Baca Juga: Jembatan Kota Intan, Jejak VOC yang Kini Jadi Surga Fotografi di Kota Tua
3. Rukam
Berwarna ungu kehitaman dengan rasa asam kecut, rukam dahulu jadi camilan anak-anak.
Sayangnya, pohonnya kini hampir tak terlihat di Jakarta.
Baca Juga: Pekojan, Jejak Kampung Arab Tertua di Jakarta
4. Menteng
Buah ini konon menjadi asal nama kawasan Menteng.
Rasanya manis keasaman dengan kulit tipis, sangat populer di masa lalu.
Baca Juga: Pekojan, Jejak Kampung Arab Tertua di Jakarta
5. Jamblang (Duwet)
Warnanya hitam keunguan, rasanya manis bercampur sepat.
Dulu, jamblang sering dimakan bersama garam atau dijadikan rujak.
Baca Juga: 3 Tempat Makan Bubur Ase Legendaris di Jakarta yang Wajib Dicoba
6. Buni
Buah kecil berwarna merah hingga ungu gelap, rasanya asam segar.
Buni biasanya dimakan segar atau dijadikan campuran rujak khas Betawi.
Baca Juga: Bukan Hanya Hiburan, Ini Faktor Liburan yang Benar-Benar Membuat Kamu Bahagia
7. Jambu Bol
Buah besar dengan daging tebal, harum, dan manis legit.
Jambu bol dulu sering jadi buah meja di rumah-rumah Betawi.
Baca Juga: Festival Budaya Jepang di Jakarta Kembali Digelar, Intip Keseruan Jak-Japan Matsuri 2025
8. Buah Kecapi
Kulitnya tebal berwarna kuning, rasanya unik, perpaduan manis dan asam.
Buah ini kerap dijadikan manisan atau dimakan langsung.
Buah-buah ini bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari identitas Jakarta.
Kini, banyak yang hampir punah dan tidak dikenal lagi.
Karena itu, jika kamu menjumpai buah-buahan ini di pasar atau kebun warga, cobalah untuk menikmatinya sekaligus ikut melestarikannya.
Rasanya bisa membawa kita kembali pada suasana Jakarta tempo dulu yang sederhana namun penuh kenangan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Torino vs Udinese di Serie A, 13 Oktober 2026: Mampukah Granata Bangkit di Kandang?
- 2Prediksi Skor Coventry City vs Newcastle United di Premier League, 13 Oktober 2026: Mampukah The Sky Blues Menghentikan Dominasi The Magpies?
- 3Prediksi Skor Levante vs Sevilla di La Liga, 13 Oktober 2026: Duel Dua Tim Terluka di Ciudad de Valencia
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 5Prediksi Skor Atalanta vs Venezia di Serie A, 12 Oktober 2026: Mampukah La Dea Mengakhiri Tren Negatif?
- 6Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 7Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 8Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







