Wanita Lebih Rentan Alami Depresi Jika Sering Minum Soda, Ini Penjelasannya

AKURAT JAKARTA - Minum soda sering dianggap sebagai kebiasaan ringan, tetapi sebuah studi baru mengungkapkan bahwa rutinitas ini bisa berdampak serius pada kesehatan mental.
Studi tersebut menyoroti hubungan antara konsumsi minuman ringan dengan risiko depresi, terutama pada wanita.
Kata kuncinya jelas: minum soda bukan sekadar soal selera, tetapi juga bisa memengaruhi mikrobioma usus yang berhubungan dengan suasana hati.
Penelitian yang dipimpin oleh Sharmili Edwin Thanarajah, PhD, dari Rumah Sakit Universitas Frankfurt di Jerman, melibatkan lebih dari 900 orang dewasa berusia 18–65 tahun.
Peserta diminta mengisi kuesioner makanan dan memberikan sampel tinja agar peneliti dapat menganalisis mikrobioma usus mereka.
Dari jumlah itu, sekitar 400 orang didiagnosis dengan depresi mayor, sementara sisanya menjadi kelompok kontrol sehat.
Baca Juga: 7 Jalur Kereta Api Terindah di Indonesia yang Wajib Dicoba
Hasil penelitian yang diterbitkan di jurnal JAMA Psychiatry menunjukkan bahwa wanita yang paling banyak minum soda memiliki risiko depresi 17 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang jarang atau tidak mengonsumsinya.
Tidak hanya itu, perempuan tersebut juga cenderung melaporkan gejala depresi yang lebih parah, seperti kesedihan mendalam, kelelahan ekstrem, hingga pikiran untuk bunuh diri. Menariknya, temuan ini tidak terlihat pada pria.
Para peneliti menduga adanya kaitan erat antara soda dengan peningkatan bakteri usus tertentu bernama Eggerthella, yang sebelumnya juga dikaitkan dengan depresi.
Baca Juga: Rayakan Hari Batik dengan Menjelajahi 7 Destinasi Kampung Batik Nusantara
Kandungan gula sederhana dalam soda dianggap berperan besar dalam mengganggu keseimbangan mikrobioma usus, meningkatkan peradangan, serta melemahkan sistem imun usus.
Meski begitu, pakar gizi Hennis Tung mengingatkan bahwa bukan berarti pria aman mengonsumsi soda.
Menurutnya, minuman manis tetap berisiko bagi kesehatan secara umum, bahkan dalam porsi kecil.
Baca Juga: Menyusuri Keindahan Batik di Museum Batik Indonesia TMII
Hanya satu hingga dua gelas per hari sudah bisa memberikan dampak buruk, tanpa adanya manfaat nutrisi berarti.
Karena itu, mengurangi konsumsi minuman ringan manis dapat menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan fisik sekaligus mental. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 2Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 3Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 4Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 5Prediksi Skor Mainz 05 vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Duel Sengit di Mewa Arena
- 6Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di La Liga, 10 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Rekor Buruk?
- 7Prediksi Skor Genoa vs Fiorentina di Serie A, 10 Oktober 2026: Mampukah Rossoblu Mengakhiri Tren Buruk di Kandang?
- 8Prediksi Skor Augsburg vs Bayern Munich di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Akankah Tuan Rumah kembali Kejutkan Die Roten?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







