Bahaya Tersembunyi di Balik Tren Thrifting, Murah tapi Berisiko!

AKURAT JAKARTA - Tren thrifting atau membeli pakaian bekas kini menjadi gaya hidup populer, terutama di kalangan muda yang ingin tampil trendi dengan biaya hemat.
Banyak yang memandang thrifting sebagai cara bijak dan ramah lingkungan, tetapi tidak sedikit yang lupa bahwa di balik pakaian murah itu, tersimpan bahaya thrifting bagi kesehatan.
Tak hanya berdampak pada tubuh, membanjirnya baju bekas juga mengancam industri pakaian lokal di dalam negeri.
Pemerintah pun mulai bersikap tegas.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah akan memperketat larangan impor pakaian bekas dalam bentuk balpres atau karungan.
Ia menekankan bahwa pelaku impor ilegal bisa dikenai sanksi pidana dan denda tambahan.
Baca Juga: Resort Putri Duyung Ancol, Surga Tropis yang Dekat dari Pusat Kota
“Negara bisa rugi jika hanya memenjarakan pelaku dan memusnahkan barang bukti, karena biaya hukumnya besar,” ujarnya.
Dukungan serupa datang dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang mendorong masyarakat beralih dari sekadar reseller menjadi pengusaha lokal melalui pelatihan wirausaha.
Namun, bahaya terbesar dari thrifting justru datang dari sisi medis.
dr. Arini Widodo, SM, SpDVE, dari PERDOSKI, menjelaskan bahwa pakaian bekas membawa risiko infeksi serius.
Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Agen Infeksi dan Bakteri
Baca Juga: 5 Kesalahan Fatal pada Paspor yang Bisa Bikin Perjalananmu Gagal Total
Menurut dr. Arini, pakaian bekas sulit dijamin kebersihannya.
“Agen infeksi seperti bakteri, jamur, virus, hingga parasit seperti tungau dan kutu bisa berpindah lewat pakaian tersebut,” katanya.
2. Memicu Penyakit Kulit
Baca Juga: Wisata Tanam Mangrove di TWA Angke Kapuk, Seru dan Penuh Edukasi
Salah satu yang paling umum adalah scabies atau kudis, yang menyebabkan rasa gatal ekstrem, terutama di malam hari.
3. Risiko Eksim Akibat Debu dan Jamur
Baju bekas yang disimpan di tempat lembap sering kali mengandung debu dan spora jamur yang bisa memicu eksim, peradangan kulit, hingga luka melepuh.
Baca Juga: BLACKPINK: DEADLINE in Jakarta Guncang GBK, Ini Panduan dan Jadwal Penukaran Tiket Resmi
4. Penularan Infeksi Melalui Cairan Tubuh
Sebagian konsumen mencoba pakaian tanpa memperhatikan kebersihan.
“Hal ini bisa menyebabkan perpindahan cairan tubuh seperti keringat atau air liur yang menjadi media penularan infeksi,” tambahnya.
5. Sarang Virus Pernapasan
Proses distribusi panjang membuat pakaian bekas bisa membawa virus pernapasan, seperti influenza.
6. Paparan Bahan Kimia dari Cairan Disinfektan
Banyak penjual membersihkan pakaian dengan cairan kimia keras.
“Uap bahan kimia dapat menyebabkan sakit kepala, vertigo, mual, hingga kejang,” jelas dr. Arini.
Meski tren thrifting tampak menguntungkan, penting bagi kamu untuk berhati-hati.
Di balik harga murah dan tampilan modis, pakaian bekas bisa membawa risiko kesehatan yang tak terlihat. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 4Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 5Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 8Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





