Jakarta

Tanda-Tanda Sakit Kepala yang Bisa Mengarah ke Kejang, Jangan Sampai Diabaikan!

Zainal Abidin | 3 Desember 2025, 09:00 WIB
Tanda-Tanda Sakit Kepala yang Bisa Mengarah ke Kejang, Jangan Sampai Diabaikan!

AKURAT JAKARTA - Fenomena sakit kepala sering dianggap sebagai keluhan ringan, namun kini kamu perlu lebih waspada karena beberapa pola sakit kepala ternyata bisa berhubungan dengan risiko kejang.

Dalam beberapa kasus, sakit kepala bukan hanya akibat stres atau terlalu lama menatap layar, tetapi bisa menjadi petunjuk awal yang mengarah pada gangguan saraf yang lebih serius.

Oleh karena itu, memahami gejala dan pola sakit kepala tertentu menjadi langkah penting yang tidak boleh kamu abaikan.

Baca Juga: Jangan Lupa! Malam Ini Nonton Pertunjukan Sendratari Singhasari Jayanti di Halaman Pendopo Agung Kabupaten Malang, Gratis

Menurut laporan Hindustan Times, dokter neurologi dari BLK Max Hospital, Dr Atul Prasad, menjelaskan bahwa meskipun sebagian besar sakit kepala tergolong jinak, ada kondisi tertentu yang dapat tumpang tindih dengan aktivitas epilepsi.

“Sebagian besar sakit kepala bersifat jinak dan terkait stres, migrain, atau pemicu gaya hidup, tetapi beberapa pola dapat tumpang tindih atau mendahului aktivitas epilepsi (kejang),” ujar Dr Prasad.

Ia menyebutkan beberapa pola sakit kepala yang mungkin menandakan adanya aktivitas kejang, seperti sakit kepala yang dibarengi dengan kebingungan, kehilangan memori, atau episode tidak responsif yang berulang.

Baca Juga: Puncak Hakordia 2025 Digelar di Kawasan Malioboro Yogyakarta Akhir Pekan Ini, Dimeriahkan Ndarboy Genk, Shaggy Dog, hingga Letto, Gratis!

Selain itu, sakit kepala yang muncul bersamaan dengan gerakan tidak wajar, tatapan kosong dalam waktu singkat, hingga jatuh tiba-tiba tanpa sebab juga patut dicurigai.

Dr Prasad menambahkan bahwa bangun tidur dengan luka pada lidah dapat menjadi tanda kejang nokturnal.

Jenis sakit kepala pre-iktal juga menjadi perhatian khusus karena muncul tepat sebelum kejang terjadi.

Baca Juga: Malam Tahun Baru 2026, Dewa 19 feat Ello bakal Meriahkan Gempita di Pantai Carnaval Ancol, Cek Info Lengkapnya

Biasanya sakit kepala ini terasa tajam, mendadak, atau memberi sensasi tekanan yang muncul dalam hitungan detik hingga menit.

Ia menjelaskan, “Sering kali disertai tanda bahaya tambahan seperti mual, sensasi deja vu, rasa takut mendadak, atau perubahan otonom seperti berkeringat dan jantung berdebar.”

Kondisi sakit kepala yang muncul di pagi hari dan disertai muntah juga dapat menandakan adanya tekanan intrakranial yang meningkat.

Baca Juga: Bromo Sunset Music & Culture Kembali Hadir di Seruni Point Akhir Pekan Ini, Cek Daftar Penampilnya, Gratis!

“Sakit kepala pagi yang menetap dan disertai muntah dapat menunjukkan peningkatan tekanan intrakranial atau penyebab struktural yang mendasari, yang dapat memicu kejang dan memerlukan evaluasi segera,” tambahnya.

Jenis migralepsi juga bisa mengarah pada aktivitas kejang, ditandai dengan gangguan visual atau sensasi sensorik yang berlangsung lebih dari lima menit, kemudian berujung pada hilangnya kesadaran.

“Ketika aura migrain berlangsung tidak biasa lama atau berakhir tiba-tiba dengan kebingungan atau gerakan tersentak, evaluasi untuk epilepsi menjadi penting,” jelasnya.

Baca Juga: Dari Kostum hingga Tato, Ini Aturan Ketat tentang Pakaian Pengunjung yang Wajib Kamu jika Ingin Liburan ke Disneyland

Sementara itu, jenis sakit kepala post-iktal terjadi setelah kejang, dengan nyeri berdenyut hebat yang dapat berlangsung beberapa jam hingga dua hari.

“Sakit kepala ini dapat menyerupai migrain dan berlangsung dari beberapa jam hingga dua hari,” kata Dr Prasad.

Kondisi-kondisi ini menunjukkan bahwa setiap pola sakit kepala yang tidak biasa perlu mendapatkan perhatian medis secepatnya.

Baca Juga: Benda Murah yang Sering Dilupakan Traveler saat Traveling, Padahal Sangat Vital

Dengan mengenali tanda-tandanya, kamu bisa mengambil langkah lebih dini untuk mencegah risiko yang mungkin lebih serius. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.