Tanda-Tanda Sakit Kepala yang Bisa Mengarah ke Kejang, Jangan Sampai Diabaikan!

AKURAT JAKARTA - Fenomena sakit kepala sering dianggap sebagai keluhan ringan, namun kini kamu perlu lebih waspada karena beberapa pola sakit kepala ternyata bisa berhubungan dengan risiko kejang.
Dalam beberapa kasus, sakit kepala bukan hanya akibat stres atau terlalu lama menatap layar, tetapi bisa menjadi petunjuk awal yang mengarah pada gangguan saraf yang lebih serius.
Oleh karena itu, memahami gejala dan pola sakit kepala tertentu menjadi langkah penting yang tidak boleh kamu abaikan.
Menurut laporan Hindustan Times, dokter neurologi dari BLK Max Hospital, Dr Atul Prasad, menjelaskan bahwa meskipun sebagian besar sakit kepala tergolong jinak, ada kondisi tertentu yang dapat tumpang tindih dengan aktivitas epilepsi.
“Sebagian besar sakit kepala bersifat jinak dan terkait stres, migrain, atau pemicu gaya hidup, tetapi beberapa pola dapat tumpang tindih atau mendahului aktivitas epilepsi (kejang),” ujar Dr Prasad.
Ia menyebutkan beberapa pola sakit kepala yang mungkin menandakan adanya aktivitas kejang, seperti sakit kepala yang dibarengi dengan kebingungan, kehilangan memori, atau episode tidak responsif yang berulang.
Selain itu, sakit kepala yang muncul bersamaan dengan gerakan tidak wajar, tatapan kosong dalam waktu singkat, hingga jatuh tiba-tiba tanpa sebab juga patut dicurigai.
Dr Prasad menambahkan bahwa bangun tidur dengan luka pada lidah dapat menjadi tanda kejang nokturnal.
Jenis sakit kepala pre-iktal juga menjadi perhatian khusus karena muncul tepat sebelum kejang terjadi.
Biasanya sakit kepala ini terasa tajam, mendadak, atau memberi sensasi tekanan yang muncul dalam hitungan detik hingga menit.
Ia menjelaskan, “Sering kali disertai tanda bahaya tambahan seperti mual, sensasi deja vu, rasa takut mendadak, atau perubahan otonom seperti berkeringat dan jantung berdebar.”
Kondisi sakit kepala yang muncul di pagi hari dan disertai muntah juga dapat menandakan adanya tekanan intrakranial yang meningkat.
“Sakit kepala pagi yang menetap dan disertai muntah dapat menunjukkan peningkatan tekanan intrakranial atau penyebab struktural yang mendasari, yang dapat memicu kejang dan memerlukan evaluasi segera,” tambahnya.
Jenis migralepsi juga bisa mengarah pada aktivitas kejang, ditandai dengan gangguan visual atau sensasi sensorik yang berlangsung lebih dari lima menit, kemudian berujung pada hilangnya kesadaran.
“Ketika aura migrain berlangsung tidak biasa lama atau berakhir tiba-tiba dengan kebingungan atau gerakan tersentak, evaluasi untuk epilepsi menjadi penting,” jelasnya.
Sementara itu, jenis sakit kepala post-iktal terjadi setelah kejang, dengan nyeri berdenyut hebat yang dapat berlangsung beberapa jam hingga dua hari.
“Sakit kepala ini dapat menyerupai migrain dan berlangsung dari beberapa jam hingga dua hari,” kata Dr Prasad.
Kondisi-kondisi ini menunjukkan bahwa setiap pola sakit kepala yang tidak biasa perlu mendapatkan perhatian medis secepatnya.
Baca Juga: Benda Murah yang Sering Dilupakan Traveler saat Traveling, Padahal Sangat Vital
Dengan mengenali tanda-tandanya, kamu bisa mengambil langkah lebih dini untuk mencegah risiko yang mungkin lebih serius. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Mutasi Besar-Besaran Polda Metro Jaya: Kasat Reskrim, Kasat Lantas, hingga Belasan Kapolsek Resmi Diganti, Ini Daftarnya!
- 2Terbukti Terbitkan Polis Tanpa Izin, AIA Financial Dihukum Bayar Rp 15 Miliar Kepada Nasabah
- 3Truk Molen Rem Blong Tabrak Kerumunan di Bekasi: 6 Tewas, 6 Luka-luka, Ini Daftar Nama Korban
- 4Disdik DKI Minta Maaf Pencairan KJMU Tahap II 2026 Mundur, Kapan Jadinya? Cek di Sini!
- 5Sudaryono Kembali Diusung Jadi Ketua Umum APPSI, Munas Digelar November 2026
- 6Peresmian Kampung Al-Qur'an di Mauk: Bupati Maesyal Harapkan Generasi Muda Tangerang Berakhlak Mulia Siap Hadapi Tantangan Zaman
- 7Munas X HWK 2026 Mulai Digelar, Bahas Penguatan Peran Politik Perempuan di Era Perkembangan Digital dan AI
- 8Klasemen Rookie Moto3 2026: Veda Ega Raih Posisi Kedua Setelah Sabet Runner-up di Malaysia
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



