Jakarta

Kelihatan Sehat tapi Berbahaya, 5 Olahraga ini Justru Bisa Merusak Fungsi Ginjal

Zainal Abidin | 8 Desember 2025, 08:30 WIB
Kelihatan Sehat tapi Berbahaya, 5 Olahraga ini Justru Bisa Merusak Fungsi Ginjal

AKURAT JAKARTA - Olahraga memang penting, tapi kebiasaan olahraga yang merusak ginjal sering kali tidak disadari banyak orang.

Meski kamu melakukan aktivitas fisik demi hidup sehat, beberapa kebiasaan olahraga yang merusak ginjal justru bisa memberikan tekanan berlebihan pada organ vital ini.

Itulah mengapa memahami kebiasaan olahraga yang merusak ginjal sangat penting agar manfaat olahraga tidak berubah menjadi risiko kesehatan.

Baca Juga: Ternyata Kol Bisa Seenak Ini! Rahasia Resep Kubis Panggang Madu-Mustard

Banyak orang beranggapan bahwa semakin berat olahraga, semakin baik hasil yang didapat.

Padahal, ginjal memiliki batas kemampuan untuk mengolah limbah metabolik dan menyeimbangkan cairan tubuh.

Jika pola latihan dilakukan sembarangan, ginjal dapat mengalami stres yang berujung pada cedera ringan hingga kondisi serius seperti cedera ginjal akut.

Baca Juga: 10 Negara Termurah untuk Liburan Akhir Tahun 2025, Ini Daftarnya!

Berikut beberapa olahraga yang patut kamu hindari agar ginjal tetap bekerja optimal tanpa harus menanggung beban berlebih setelah berolahraga.

1. Latihan Crossfit Secara Berlebihan

Crossfit atau latihan intens singkat dapat meningkatkan kadar kreatinin serum dan memicu cedera ginjal akut.

Baca Juga: Nikmati Pengalaman Akhir Tahun yang Berbeda dengan Menyusuri Dunia Laut Jabodetabek

Berdasarkan Pubmed, intensitas tinggi membuat sel otot hancur dan melepaskan myoglobin ke darah.

Myoglobin yang berlebihan dapat menyumbat tubulus ginjal.

Pencegahan: naikkan intensitas secara bertahap, lakukan warm-up & cool-down, beri waktu pemulihan, dan pastikan hidrasi cukup.

Baca Juga: Bukan Sekadar Camilan Malam, 5 Makanan Ini Bisa Tingkatkan Kualitas Tidur Kamu

2. Berolahraga dalam Kondisi Panas Ekstrem dan Dehidrasi

Aktivitas fisik berat saat suhu panas bisa mengurangi aliran darah ke ginjal.

Pubmed menegaskan bahwa kombinasi panas dan aktivitas berat meningkatkan risiko cedera ginjal akut.

Baca Juga: Jangan Disepelekan, Ini 5 Gejala Demam Anak yang Perlu Penanganan Serius

Pencegahan: pilih waktu olahraga lebih sejuk, minum cukup, gunakan pakaian yang tepat, dan cari area teduh.

3. Mengangkat Beban Berat Tanpa Teknik yang Benar

Beban berlebihan dengan teknik buruk dapat menyebabkan kerusakan otot hingga rhabdomyolysis.

Baca Juga: Trik Dapur yang Wajib Kamu Coba untuk Bikin Ayam Lebih Juicy

American Council on Science and Health menyebut rhabdo parah membuat myoglobin mengalir ke ginjal dan merusak filtrasi.

Pencegahan: gunakan beban sesuai kemampuan, pelajari teknik benar, minta bantuan pelatih, dan beri jeda antar sesi latihan.

4. Kombinasi Diet Ketat dan Olahraga Berat

Baca Juga: Pecinta Film Wajib Baca, Ini 7 Judul Netflix yang Bakal Menghilang Desember 2025

Diet ekstrem membuat elektrolit tidak seimbang dan meningkatkan beban kerja ginjal.

Studi pada pegulat di Pubmed menunjukkan lonjakan kreatinin dan urea saat penurunan berat badan cepat.

Pencegahan: hindari diet ekstrem, turun berat badan bertahap, minum cukup, dan konsultasi ahli gizi.

Baca Juga: Emas, Investasi Aman untuk Kamu yang Nggak Mau Ribet

5. Terlalu Sering Berolahraga Tanpa Pemulihan

Latihan intens setiap hari tanpa recovery meningkatkan biomarker kerusakan ginjal.

Ginjal membutuhkan waktu untuk memproses limbah metabolik.

Baca Juga: Gaji UMR Bukan Halangan, Begini Cara Mulai Investasi Emas tapi Kebutuhan Harian Tetap Aman

Pencegahan: sisihkan satu–dua hari istirahat, variasikan latihan, tidur cukup, dan waspadai gejala seperti urin gelap atau nyeri otot ekstrem.

Dengan memahami batas kemampuan tubuh, menjaga hidrasi, serta memberi waktu pemulihan yang cukup, kamu bisa tetap aktif tanpa membahayakan ginjal. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.