Jakarta

Kopi Hijau: Antara Tren Sehat, Manfaat Nyata, dan Risiko yang Perlu Diwaspadai

Zainal Abidin | 30 Januari 2026, 12:45 WIB
Kopi Hijau: Antara Tren Sehat, Manfaat Nyata, dan Risiko yang Perlu Diwaspadai

AKURAT JAKARTA - Kopi hijau belakangan kembali populer sebagai minuman kesehatan karena diklaim lebih alami dan memiliki manfaat lebih luas dibanding kopi biasa.

Berbeda dari kopi hitam, kopi hijau berasal dari biji kopi yang tidak melalui proses sangrai, sehingga kandungan alaminya masih relatif utuh.

Karena tidak dipanggang, kopi hijau mempertahankan kadar asam klorogenat yang tinggi, yaitu senyawa antioksidan yang berperan penting bagi kesehatan tubuh.

Baca Juga: Cara Ampuh Mengusir Nyamuk Tanpa Bahan Kimia di Musim Hujan

Asam klorogenat dikenal memiliki efek antiradang dan membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Kandungan inilah yang membuat kopi hijau sering disebut lebih sehat dan banyak digunakan sebagai bahan minuman kesehatan maupun suplemen.

Sejumlah penelitian menunjukkan asam klorogenat berpotensi membantu mengontrol tekanan darah dan menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Baca Juga: Lebih Sehat Tanpa Obat Kimia, Ini 7 Tanaman Pengusir Nyamuk

Jika tekanan darah dan gula darah terjaga, risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe dua dan penyakit jantung dapat ditekan.

Selain itu, kopi hijau juga dikenal luas sebagai minuman pendukung penurunan berat badan secara alami.

Senyawa aktif di dalamnya dipercaya mampu mengurangi penyerapan gula, menekan penumpukan lemak, dan meningkatkan laju metabolisme tubuh. 

Baca Juga: Musim Hujan Datang, Waspada Leptospirosis yang Mengintai di Balik Genangan

Meski terdengar menjanjikan, para ahli menegaskan bahwa manfaat kopi hijau masih memerlukan penelitian lanjutan jangka panjang.

Kopi hijau tetap mengandung kafein, meskipun jumlahnya lebih rendah dibanding kopi yang melalui proses pemanggangan.

Jika dikonsumsi berlebihan, kafein dari kopi hijau dapat memicu keluhan seperti jantung berdebar, sulit tidur, cemas, dan sakit kepala. 

Baca Juga: Tips Naik Kereta Api Jarak Jauh Saat Musim Hujan Agar Perjalanan Tetap Aman dan Nyaman

Asupan kopi hijau yang terlalu sering juga berisiko mengganggu penyerapan kalsium dan berdampak pada kekuatan tulang.

Oleh karena itu, konsumsi kopi hijau sebaiknya dibatasi sekitar satu hingga dua gelas per hari agar manfaatnya tetap optimal.

Mengonsumsi kopi hijau dalam bentuk minuman dinilai lebih aman dibanding suplemen yang kadang tidak mencantumkan kadar kafein jelas.

Baca Juga: Benarkah Minum Kopi Bisa Mengecilkan Payudara? Ini Faktanya

Dengan konsumsi bijak dan seimbang, kopi hijau dapat menjadi pelengkap gaya hidup sehat, bukan solusi instan bagi semua masalah kesehatan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.