Mengenal Perbedaan Bunga Bangkai dan Rafflesia, Dua Raksasa Flora Indonesia

AKURAT JAKARTA - Ramainya kabar mekarnya bunga bangkai di Kebun Raya Bogor membuat banyak orang penasaran sekaligus bingung membedakan dengan bunga rafflesia.
Bunga bangkai bernama ilmiah Amorphophallus titanum dan Rafflesia arnoldii sama-sama berukuran besar serta beraroma busuk menyengat.
Meski tampak mirip bagi sebagian orang, keduanya adalah spesies yang sangat berbeda dari sisi bentuk, struktur, dan cara bertahan hidup.
Baca Juga: Teluk Hantu: Dibalik Namanya yang Seram, Menjadi Destinasi Wisata Menenangkan
Bunga bangkai tumbuh menjulang tinggi ke atas dengan tongkol panjang atau spadix yang dikelilingi seludang besar bernama braktea.
Sementara itu, Rafflesia memiliki bentuk melebar ke samping seperti mangkuk raksasa dengan lima kelopak tebal berwarna kemerahan.
Perbedaan paling mendasar terletak pada cara hidup karena bunga bangkai merupakan tanaman utuh yang bisa hidup mandiri di alam.
Baca Juga: Bahaya Tersembunyi Vape, Ancaman Penyakit Langka Popcorn Lung Mengintai Paru-Paru
Tanaman ini memiliki umbi, batang, dan daun sehingga mampu melakukan fotosintesis serta mencari makan tanpa bantuan tumbuhan lain.
Rafflesia justru merupakan tumbuhan parasit obligat yang tidak memiliki akar, daun, maupun batang seperti tanaman pada umumnya.
Seluruh hidup Rafflesia bergantung pada tumbuhan merambat bernama Tetrastigma yang menjadi satu-satunya inang alaminya.
Baca Juga: Pantai Menganti Kebumen, Surga Petualangan Alam yang Tak Pernah Membosankan
Bunga bangkai memiliki siklus hidup lengkap berupa fase vegetatif saat berdaun dan fase generatif ketika bunga raksasanya mekar.
Rafflesia berbeda karena hanya terlihat saat bunganya muncul ke permukaan tanah dan mekar dalam waktu yang relatif singkat.
Dari sisi reproduksi, bunga bangkai memiliki alat kelamin jantan dan betina dalam satu bunga sehingga disebut berumah satu.
Baca Juga: PIK Sulap Imlek 2026 Jadi Festival Budaya Raksasa, Wajib Kamu Datangi
Pada Rafflesia, bunga jantan dan betina tumbuh terpisah sehingga proses penyerbukan sangat bergantung pada kondisi alam.
Keduanya sama-sama mengeluarkan aroma busuk untuk menarik serangga, namun mekanisme penyebaran bau tersebut tidaklah sama.
Bunga bangkai memanaskan bagian spadix untuk memperkuat aroma, sedangkan Rafflesia menghasilkan bau langsung dari jaringannya.
Baca Juga: Awal Puasa Tetap Kerja, Tapi Lebaran Liburnya Panjang! Cek Jadwal Lengkapnya
Memahami perbedaan ini sangat penting agar masyarakat tidak keliru dan dapat ikut mendukung upaya konservasi yang tepat.
Rafflesia membutuhkan perlindungan habitat hutan dan keberadaan inang, sementara bunga bangkai lebih toleran terhadap lingkungan.
Kedua tanaman langka tersebut merupakan kekayaan hayati khas Indonesia yang harus dijaga agar tetap lestari untuk generasi mendatang. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





